0%
logo header
Sabtu, 29 Agustus 2026 13:53

Proyek Investasi Unggulan Sinjai, Barru dan Jeneponto Menangkan SSIC BI Sulsel

Chaerani
Editor : Chaerani
South Sulawesi Investment Challenge 2026 tetapkan tiga kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan menjadi daerah dengan proyek investasi unggulan. (Dok. BI Sulsel)
South Sulawesi Investment Challenge 2026 tetapkan tiga kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan menjadi daerah dengan proyek investasi unggulan. (Dok. BI Sulsel)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Sebanyak tiga proyek investasi unggulan kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan berhasil memenangkan South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026.

Ketiganya yakni, Kabupaten Sinjai dengan usulan Investment Project Ready to Offer (IPRO) Industri Minyak Ikan yang berhasil meraih Terbaik Pertama (I), kemudian Kabupaten Barru dengan usulan IPRO Industri Pengolahan Udang Terintegrasi Berbasis Ekonomi Sirkular. Usulan ini pun menjadikannya sebagai IPRO Terbaik Kedua (II).

Selain itu, Kabupaten Jeneponto dengan usulan IPRO Terbaik Ketiga (III) atau dengan proyek investasi Industri Pakan Ternak.

Baca Juga : Layanan Publik Digital Antar Wali Kota Makassar Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026

SSIC ini merupakan program tahunan yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (PINISI SULTAN) sejak 2021. Di tahun ini, SSIC dilakukan melalui seleksi Executive Summary proyek Clean and Clear (CnC) yang berlangsung pada Mei hingga Juni 2026.

“Penghargaan yang diberikan pada hari ini bukanlah titik akhir, melainkan titik awal menuju tahapan yang lebih menentukan, yaitu mempertemukan proyek dengan investor, memperoleh komitmen, dan mewujudkannya menjadi investasi,” terang Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, Firman Hidayat, dalam Penutupan SSIC 2026, di Ruang Baruga Phinisi, Kantor Perwakilan BI Sulsel, kemarin.

Menurutnya, realisasi investasi melalui proyek-proyek unggulan yang dimiliki daerah tersebut akan menciptakan lapangan pekerjaan yang juga akan memberikan kontribusi positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga : PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

Di tahun ini pelaksanaan SSIC mengusung tema “Transformasi Ekonomi Sulawesi Selatan melalui Hilirisasi dan Penguatan Investasi Berkelanjutan”. Agenda tahunan ini pun bertujuan menghasilkan proyek investasi daerah yang layak dan siap ditawarkan kepada investor, serta mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian Sulawesi Selatan.

Lanjut Firman, dalam tahapan SSIC 2026 menghasilkan 22 usulan IPRO dari 21 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Hasil ini pun meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menghasilkan 18 usulan IPRO dari 16 kabupaten dan kota.

Sementara, pada hasil tahapan verifikasi lapangan dan pendampingan teknis penyusunan IPRO bekerja sama dengan PT. SMI, menghasilkan lima usulan proyek unggulan untuk dipresentasikan dan mendapatkan pendalaman di hadapan Dewan Juri pada tahap Final SSIC 2026 27 Agustus 2026.

Baca Juga : BI Sulsel Rekomendasi Pacu 3 Industri Unggulan Bawa Ekonomi Daerah Bertumbuh

Adapun kelima usulan proyek unggulan tersebut diantaranya, Kabupaten Jeneponto dengan Industri Pakan Ternak, Kabupaten Sidrap dengan Industri Tepung Beras, Kabupaten Sinjai dengan Industri Minyak Ikan Andalan, Kabupaten Toraja Utara dengan Industri Perkebunan Kopi Arabika Specialty Terintegrasi, serta Kabupaten Barru melalui Industri Pengolahan Udang Terintegrasi berbasis Ekonomi Sirkular

“Kelima finalis yang berhasil mencapai tahap akhir merupakan bagian dari pipeline proyek investasi unggulan Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Ke depan, proyek investasi unggulan Sulawesi Selatan perlu diarahkan untuk memperkuat basis industri daerah, mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok, memperluas pasar ekspor, serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Baca Juga : 1.236 Pendaftar Beasiswa Kalla 2026, 64 Mahasiswa Lolos Gelombang Pertama

“Ke depan, proyek-proyek yang dihasilkan melalui SSIC 2026 akan terus diperkuat, khususnya dari aspek kesiapan lahan, legalitas dan perizinan, ketersediaan infrastruktur pendukung, skema bisnis dan pembiayaan, kepastian off-taker, serta kelayakan finansial,” tegas Firman.

Selain itu, strategi promosi investasi juga akan diarahkan secara lebih terfokus dengan mempertimbangkan karakteristik setiap proyek serta profil calon investor, mitra strategis, dan sumber pembiayaan yang sesuai.

Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui PINISI SULTAN berkomitmen untuk melanjutkan fasilitasi pengembangan dan promosi proyek investasi melalui market sounding, business matching, forum promosi investasi, serta perluasan jejaring dengan calon investor dan mitra strategis di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga : 1.236 Pendaftar Beasiswa Kalla 2026, 64 Mahasiswa Lolos Gelombang Pertama

Sekedar diketahui, pada kegiatan ini melibatkan Dewan Juri Final SSIC 2026, yaitu Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin, Prof Marzuki, Kepala Dinas PMPTSP Sulawesi Selatan, Asrul Sani. dan Team Leader Divisi Pengembangan Proyek PT. SMI, Tata Sumirat.

Setiap finalis memaparkan proyek investasi unggulannya dan mengikuti sesi tanya jawab untuk pendalaman serta masukan dari Dewan Juri. Proses ini tidak hanya bertujuan menentukan proyek terbaik, tetapi juga meningkatkan kelayakan, kesiapan, dan daya tarik proyek sehingga semakin siap ditawarkan kepada investor, serta memperoleh dukungan pembiayaan.

Sementara, Asisten III Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Darmawan Bintang menegaskan, SSIC 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen strategis untuk menyiapkan proyek unggulan daerah yang layak, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan guna mendorong investasi serta hilirisasi komoditas unggulan Sulawesi Selatan.

Baca Juga : 1.236 Pendaftar Beasiswa Kalla 2026, 64 Mahasiswa Lolos Gelombang Pertama

“Upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai pusat pertumbuhan dan destinasi investasi yang kompetitif, produktif, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646