REPUBLIKNEWS.CO.ID, BULUKUMBA — Ada cara berbeda yang dilakukan Kapolres Bulukumba AKBP Stephanus Luckyto Andri Wicaksono untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.
Mengenakan pakaian serba hitam lengkap dengan passapu, Kapolres bersama Ketua Bhayangkari Cabang Bulukumba Ny. Indah Luckyto berjalan kaki tanpa alas kaki menuju kawasan adat Ammatoa Kajang, Sabtu (29/08/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi AKBP Stephanus Luckyto bersama tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Bulukumba sejak dirinya dipercaya memimpin Polres Bulukumba.
Baca Juga : Kemarau Melanda, Polisi di Bulukumba Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Warga
Bukan sekadar kunjungan biasa, langkah Kapolres berjalan kaki tanpa alas kaki menempuh sekitar dua kilometer di atas jalan berbatu menjadi simbol penghormatan terhadap nilai dan tradisi masyarakat adat Ammatoa Kajang.
Kapolres bersama rombongan kemudian menemui Ketua Adat Ammatoa, Puto Palasa, beserta sejumlah pemangku adat lainnya. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban dan kekeluargaan.
Sebelum tiba di kediaman Ammatoa, Kapolres dan rombongan terlebih dahulu mengikuti suasana perjalanan khas menuju kawasan adat.
Baca Juga : Dua Oknum Polres Bulukumba Tersangkut Kasus Berbeda, Kapolres: Jika Terbukti, Tindak Tegas
Mereka mengenakan pakaian serba hitam dan passapu sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat yang dijunjung tinggi masyarakat Ammatoa Kajang.
Pilihan untuk mengenakan pakaian adat dan berjalan tanpa alas kaki menunjukkan pesan sederhana namun kuat: membangun hubungan dengan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui komunikasi formal, tetapi juga dengan menghargai ruang budaya dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Bulukumba bersama jajaran berdialog dengan Puto Palasa dan para pemangku adat. Silaturahmi itu menjadi ruang untuk memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi awal dengan komunitas adat Ammatoa Kajang.
Baca Juga : Oknum Polisi Diduga Lakukan Percobaan Pelecehan Seksual, Kini Diamankan Propam Polres Bulukumba
Sejumlah pejabat utama Polres Bulukumba turut mendampingi Kapolres, di antaranya Kabag SDM Kompol Syamsul Bahri, Kabag Log Kompol Andi Subhan, Kasat Intelkam, Kasat Narkoba, Kasat Lantas, Kasat Binmas, Kapolsek Ujung Bulu, Kapolsek Bulukumpa dan Kapolsek Kajang.
Kasi Humas Polres Bulukumba Iptu Rahmat Kurniawan mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Kapolres membangun komunikasi langsung dengan para tokoh yang memiliki peran penting di tengah masyarakat.
“Ini merupakan rangkaian silaturahmi Bapak Kapolres Bulukumba dengan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat. Beliau ingin memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi dan sinergitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” jelas Iptu Rahmat.
Baca Juga : CCTV Bongkar Aksi Pencurian 700 Kg Kopra di Bulukumba, 3 Pelaku dan 1 Penadah Diamankan
Menurutnya, keberadaan tokoh adat memiliki posisi strategis dalam membantu menciptakan situasi keamanan yang kondusif. Karena itu, komunikasi dengan pemangku adat dinilai penting agar setiap upaya menjaga kamtibmas tetap berjalan dengan menghormati nilai-nilai budaya setempat.
“Pendekatan melalui silaturahmi seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Polri hadir dengan menghormati adat dan kearifan lokal yang ada di masyarakat,” tambahnya.
Silaturahmi tersebut sekaligus memperlihatkan pendekatan humanis yang ingin dibangun Kapolres Stephanus Luckyto di awal kepemimpinannya di Butta Panrita Lopi.
Baca Juga : CCTV Bongkar Aksi Pencurian 700 Kg Kopra di Bulukumba, 3 Pelaku dan 1 Penadah Diamankan
Tidak hanya bertemu tokoh masyarakat di ruang formal, tetapi juga hadir langsung di tengah komunitas dan menyentuh kehidupan masyarakat dari dekat.
Usai mengunjungi kawasan adat Ammatoa, Kapolres bersama rombongan melanjutkan agenda dengan menghadiri undangan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Kecamatan Kajang.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat, sekaligus mendengarkan berbagai masukan mengenai kondisi sosial dan keamanan di wilayah Kecamatan Kajang.
Baca Juga : CCTV Bongkar Aksi Pencurian 700 Kg Kopra di Bulukumba, 3 Pelaku dan 1 Penadah Diamankan
Bagi Polres Bulukumba, silaturahmi dengan tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemuda bukan sekadar agenda seremonial.
Komunikasi yang terbangun diharapkan menjadi jembatan untuk mencegah potensi persoalan sejak dini sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan lingkungan.
Kapolres Bulukumba juga berharap hubungan baik dengan para tokoh dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat.
Baca Juga : CCTV Bongkar Aksi Pencurian 700 Kg Kopra di Bulukumba, 3 Pelaku dan 1 Penadah Diamankan
“Kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan sinergi dan kebersamaan, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat kita hadapi dan selesaikan bersama,” harapnya.
Kunjungan ke kawasan adat Ammatoa Kajang pun menjadi salah satu langkah awal AKBP Stephanus Luckyto dalam membangun kedekatan dengan masyarakat Bulukumba.
Sebuah pesan bahwa menjaga keamanan tidak hanya membutuhkan kehadiran polisi, tetapi juga kepercayaan, komunikasi, dan penghormatan terhadap nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
