REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Sektor perbankan syariah di Sulawesi Selatan menunjukkan pertumbuhan positif pada beberapa indikator. Mulai dari capaian aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga pembiayaan.
Kepala OJK Sulselbar Moch Muchlasin mengungkapkan, industri perbankan syariah yang tumbuh positif mengindikasikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap produk syariah terus menguat. Hal ini tentunya didorong oleh nilai-nilai keadilan, transparansi, dan inklusi keuangan yang ditawarkan.
Ia menyebutkan, pada periode Januari 2026, total aset perbankan syariah tumbuh sebesar 26,19 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp21,20 triliun. Sementara, secara kontribusi sebesar 9,99 dari total aset perbankan di Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Keberadaan KDMP Dinilai Akan Perkuat Ekonomi Warga Gowa
“Jika kita melihat total aset perbankan hingga Januari 2026, aset bank konvensional sebesar Rp192,512 triliun sedangkan aset bank syariah mencapai Rp21,20 triliun,” jelasnya, dalam keterangannya, kemarin.
Kemudian, untuk penghimpunan DPK mengalami pertumbuhan 23,61 persen secara yoy menjadi Rp14,69 triliun. Kemudian, jika dilihat secara kontribusi DPK perbankan syariah pada total DPK perbankan secara umum sebesar 10,11 persen.
Adapun pada penyaluran pembiayaannya juga mencatat pertumbuhan sebesar 25,16 persen secara yoy atau menjadi Rp17,92 triliun. Kemudian, pada tingkat intermediasi perbankan syariah berada pada level 122,00 persen dengan tingkat NPF pada level 1,77 persen.
Baca Juga : Ini Tips dari PLN untuk Hitung Komponen Pembayaran Listrik dan Atur Pola Pemakaian
Muchlasin menilai, tren positif di sektor perbankan syariah ini juga mengindikasikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap produk syariah terus menguat.
“Tentunya dibutuhkan dukungan pemerintah melalui kolaborasi bersama, utamanya dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah,” ujarnya.
Sebelumnya, sebagai langkah Otoritas Jasa Keuangan dalam mendorong penguatan pengelolaan keuangan berbasis syariah pihaknya bersama Kementerian Agama (Kemenag) RI meluncurkan Buku Edukasi Keuangan Berbasis Agama (ESA).
Baca Juga : Puluhan Siswa SD Gamaliel Makassar Bergembira di Kids Hotel Adventure Aston
Buku saku ini menjadi panduan praktis bagi masyarakat untuk mempelajari pengelolaan keuangan, termasuk keuangan syariah, dengan pendekatan nilai-nilai agama yang relevan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemanfaatan Buku ESA dimaksud diharapkan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan inklusif dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan,” terang, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi.
Termasuk, kehadiran buku saku ESA tersebut dimanfaatkan untuk menciptakan masyarakat yang cakap literasi keuangan dan mampu mengelola keuangannya dengan baik dalam mencapai kesejahteraannya. Selain itu, peluncuran Buku ESA ini sejalan dengan prinsip keuangan syariah yang bersifat Universal, serta memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga : Pemkab Gowa Gandeng BPN Percepat Sertifikasi Ribuan Tanah Milik Daerah
“OJK menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terwujudnya masyarakat yang semakin terliterasi dan terinklusi keuangan syariah melalui penguatan sinergi dan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
