0%
logo header
Selasa, 17 Mei 2022 15:03

Antisipasi PMK, Bupati dan Kapolres Kendal Lakukan Penyemprotan Disinfektan ke Hewan Ternak

Bupati Kendal Dico M Ganinduto dan Kapolres AKBP Yuniar Arief Fianto melakukan penyemprotan disinfektan bersama cegah penyebaran PMK, Selasa (17/05/2022). (Istimewa)
Bupati Kendal Dico M Ganinduto dan Kapolres AKBP Yuniar Arief Fianto melakukan penyemprotan disinfektan bersama cegah penyebaran PMK, Selasa (17/05/2022). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, KENDAL – Bupati Kendal Dico M Ganinduto dan Kapolres AKBP Yuniar Ariefianto, menyemprot kandang sapi di Desa Lanji Patebon mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Kendal, Selasa (17/05/2022).

 Penyemprotan dengan cairan disinfektan ini dilakukan di kandang sapi milik H. Jumawi di Desa Lanji Patebon. Penyemprotan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran PMK di kabupaten Kendal sehingga masyarakat nyaman dan tidak was-was.

Dikatakan Bupati, data yang ada di Dinas Pertanian dan Pangan ada 24.572 ekor sapi, 1.600 kerbau serta 44.000 kambing belum ada temuan kasus PMK di Kendal.

Baca Juga : Kapolda Jateng Cek TKP Meninggalnya Kopda M di Kendal

 “Pengecekan dan penyemprotan ini untuk memastikan bahwa hewan ternak yang ada di Kendal tidak terserang PMK yang sudah marak di berbagai wilayah di Indonesia,” jelasnya.

Ditambahkan dinas terkait akan terus melakukan pengawasan dan memastikan pemberian vitamin kepada hewan ternak serta memberikan sosialisasi tentang kebersihan kandang agar tidak mudah terjangkit penyakit.

“Kita sudah memberi larangan sapi dari daerah yang sudah terjangkit PMK masuk ke wilayah Kendal apalagi diperjualbelikan,” imbuh bupati.

Baca Juga : Cara Kapolres Kendal Iming-imingi Anak Naik Moge Bila Mau Vaksin Dosis Dua

Sedangkan pemilik sapi H. Jumawi  mengatakan, sapi miliknya didatangkan dari Grobogan dan Jepara.

 “Sapi sebelum dikirim sudah mendapatkan surat keterangan sehat dari dinas setempat dan kita juga melaporkan ke dinas disini untuk mengecek,” katanya.

Dirinya tidak berternak sehingga sapi yang ada tidak lama ditampung setelah mendapatkan dari peternak langsung dikirim ke beberapa wilayah seperti Kendal dan Batang untuk disembelih. Jumawi memastikan kebersihan kandang selalu dijaga dan pakan yang diberikan juga yang berkualitas, agar daya tahan sapi kuat dan tidak mudah sakit.

Baca Juga : Berkostum Ala Super Hero, Cara Polres Kendal Menarik Perhatian Anak Untuk Mau Divaksin

“Kebersihan kandang selalu diperhatikan untuk mengurangi dan mencegah sapi sakit,” ujar Jumawi.

Pedagang sapi ini juga lebih memilih sapi lokal karena lebih tahan dan tidak mudah terserang penyakit. Apalagi menjelang idul adha mendatang, dirinya masih belum berani mengambil sapi impor karena khawatir dengan penyebaran penyakit ini. (*)

Penulis : Wahyu Widodo
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646