0%
logo header
Selasa, 05 Mei 2026 15:17

Tangis Haru Sambut TNI, Rumah Lansia di Pulau Terpencil Selayar Direhab pada Program TMMD

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Dansatgas TMMD 128 Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, saat mengunjungi pemilik penerima manfaat RTLH di Pulau Gusung. [IST]
Dansatgas TMMD 128 Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, saat mengunjungi pemilik penerima manfaat RTLH di Pulau Gusung. [IST]

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SELAYAR — Kebahagiaan sederhana terpancar dari wajah Tutu dan istrinya, Bau’ Bunga, saat rumah mereka yang berada di wilayah terpencil Desa Kahu-Kahu Utara tiba-tiba didatangi rombongan TNI.

Kehadiran itu bukan sekadar kunjungan, tetapi membawa harapan baru bagi pasangan lanjut usia tersebut.Tanpa pemberitahuan sebelumnya, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-128 Kodim 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, turun langsung meninjau kondisi rumah yang kini menjadi sasaran tambahan dalam program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Perjalanan menuju lokasi tidaklah mudah. Didampingi Pasi Pers Kapten Infanteri Ramli serta Babinsa setempat, rombongan harus menempuh jalur laut menggunakan perahu tradisional jenis jolloro. Waktu tempuh sekitar satu setengah jam menjadi pilihan tercepat untuk menjangkau kediaman Tutu yang terisolasi dari permukiman warga lainnya.

Baca Juga : Warga Selayar Diberi Pemahaman Hukum Lewat Program TMMD

Di tengah keterbatasan akses tersebut, tersimpan kisah haru yang tak terbendung. Bau’ Bunga tampak menggenggam tangan Dansatgas erat, seolah menyalurkan rasa syukur yang selama ini terpendam. Senyum dan air mata bercampur dalam suasana yang penuh kehangatan.

“Alhamdulillah, saya sangat terharu dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Kodim atas bantuan ini. Semoga bapak semua selalu diberi kesehatan,” ucapnya dengan suara bergetar.

Bagi pasangan lansia ini, kehadiran TNI menjadi simbol kepedulian yang selama ini mereka harapkan. Rumah yang mereka tempati selama bertahun-tahun dalam kondisi sederhana dan jauh dari kata layak, kini akan dibangun kembali menjadi hunian yang lebih aman dan nyaman.

Baca Juga : Di Balik Rehab Rumah, TMMD Buka Potensi Wisata Kahu-Kahu

Letkol Czi Yudo Harianto menegaskan bahwa program TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan nilai kemanusiaan dan kebersamaan.

“Yang paling penting adalah kepedulian. Kita hadir untuk membantu masyarakat yang memang membutuhkan. InsyaAllah kita semua diberi kesehatan dan bisa terus saling membantu,” ujarnya.

Program TMMD ke-128 merupakan bentuk sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup warga, khususnya melalui pembangunan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Baca Juga : Tugu AMD Appabatu Selayar Direvitalisasi, Hidupkan Kembali Jejak Sejarah

Lebih dari itu, program ini menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Diketahui, Tutu dan Bau’ Bunga telah lama menetap di lahan yang dikuasai Kodim 1415/Selayar milik TNI AD. Lahan tersebut merupakan bagian dari sejarah panjang pasca-penumpasan pemberontakan di wilayah Selayar pada masa awal kemerdekaan, yang kini dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat tinggal sekaligus untuk menjaga kawasan tersebut.

Di usia senja mereka, bantuan yang datang melalui program TMMD menjadi bukti bahwa kepedulian masih hadir, bahkan di tempat yang jauh dari jangkauan. Dari perjalanan panjang melintasi laut hingga sentuhan kemanusiaan di sebuah rumah sederhana, harapan itu kini perlahan tumbuh kembali.

Penulis : Andi Rusman
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646