REPUBLIKNEWS.CO.ID, SELAYAR — Harapan baru akhirnya menghampiri Tutu (60), seorang nelayan yang tinggal di Pulau Gusung, Desa Kahu-Kahu Utara, Kabupaten Kepulauan Selayar. Rumah sederhana yang selama ini ia huni bersama istrinya, Bau Bunga (59), serta anak mereka, Sakina, kini akan direhabilitasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1415/Selayar.
Selama bertahun-tahun, keluarga ini bertahan dalam kondisi rumah yang jauh dari kata layak. Dinding kayu yang mulai lapuk, atap bocor, serta struktur bangunan yang rapuh membuat mereka harus berjibaku dengan cuaca, terutama saat hujan deras dan angin kencang melanda.
Letak rumah yang berada di Pulau Gusung, terpisah dari pemukiman utama warga, turut menjadi tantangan tersendiri. Akses terhadap bantuan maupun fasilitas dasar sangat terbatas, membuat keluarga ini seakan luput dari perhatian.
Baca Juga : Tugu AMD Appabatu Selayar Direvitalisasi, Hidupkan Kembali Jejak Sejarah
Kini, melalui program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) berupa rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilengkapi pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), rumah Tutu akan dibangun kembali menjadi hunian yang lebih aman, sehat, dan layak ditempati.
Pelaksanaan TMMD ke-128 di Kabupaten Kepulauan Selayar sendiri menjangkau sejumlah wilayah, meliputi Kelurahan Batangmata Sapo, Desa Tamalanrea, hingga Desa Kahu-Kahu Utara. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat, termasuk hunian layak bagi warga kurang mampu.
Sebelumnya, kegiatan TMMD telah menunjukkan progres signifikan di Batangmata Sapo melalui sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Program tersebut kemudian berlanjut ke Desa Tamalanrea, sebelum akhirnya menjangkau wilayah barat Selayar yang lebih terpencil.
Baca Juga : Progres TMMD Selayar Hari ke-10 Capai Hasil Positif, Berikut Rinciannya
Komandan Kodim 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto selaku Dansatgas TMMD ke-128, menegaskan bahwa program ini merupakan upaya menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.
“TMMD ke-128 ini kami maknai sebagai gerak pembangunan yang menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil seperti Pulau Gusung. Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa setiap lokasi yang menjadi sasaran TMMD merupakan bagian dari perencanaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Tak Surutkan TMMD ke-128 di Selayar, Pembangunan Terus Berjalan
“Kami ingin dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga dari kebersamaan yang terbangun. Gotong royong menjadi kekuatan utama dalam setiap pelaksanaan TMMD,” tambahnya.
Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, program TMMD ke-128 diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di wilayah terpencil seperti Pulau Gusung, membawa harapan baru dari rumah yang lebih layak hingga kehidupan yang lebih baik.
