REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Keberhasilan pelaksanaan Imunisasi Zero Dose (IZD) di Kabupaten Gowa mencapai 101,6 persen. Kinerja ini pun membawa Pemerintah Kabupaten Gowa menjadi wilayah percontohan dalam implementasi program prioritas nasional tersebut.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menyampaikan bahwa target nasional IZD yang ditetapkan sebanyak 5.787 anak, dengan arahan capaian awal sebesar 50 persen atau sekitar 2.894 anak. Pelaksanaan imunisasi IZD ini dilakukan melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.
Lanjutnya, dengan upaya tersebut pemerintah berhasil melebihi target dari 100 persen menjadi 101,6 persen.
Baca Juga : Siap Jadi Wadah Ide dan Aksi Pemuda, Fadel Hidupkan Kembali Sekretariat KNPI Sulsel
“Alhamdulillah, per 18 April 2026, capaian imunisasi anak di Kabupaten Gowa telah mencapai 5.881 anak atau 101,60 persen. Sementara input pada aplikasi ASIK tercatat sebanyak 5.985 anak atau 101,8 persen,” ungkapnya, saat menerima kunjungan Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dan Ketua TP PKK Sulsel, Naomi Octarina, di sela-sela Monitoring dan Evaluasi Imunisasi Zero Dose Provinsi Sulawesi Selatan, di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Selasa (05/05/2026).
Menurut Bupati Gowa capaian ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan di lapangan cukup besar, intervensi yang tepat dan terukur mampu menghasilkan hasil yang signifikan. Tak hanya itu, keberhasilan ini juga berkat berbagai langkah strategis yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa melalui kolaborasi dengan TP PKK hingga mitra lainnya.
Di antaranya, penguatan pendataan berbasis by name by address, mobilisasi Kader Posyandu dan TP PKK hingga tingkat desa dan Dasawisma, pendekatan jemput bola dengan mendatangi langsung rumah sasaran dan edukasi kepada masyarakat terus diperkuat untuk meluruskan berbagai persepsi yang keliru terkait imunisasi.
Baca Juga : Pemkab Gowa Siapkan Solusi Cegah Macet di Ruas Jalan Pallangga
“Tantangan utama saat ini bukan lagi pada akses layanan, tetapi pada persepsi dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, peran TP PKK, tokoh masyarakat, dan tokoh agama sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif,” jelasnya.
Dirinya optimis, dengan dukungan program nasional dan kolaborasi lintas sektor, target penurunan zero dose di Kabupaten Gowa dapat dicapai secara signifikan hingga menuju eliminasi.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk hidup sehat melalui imunisasi lengkap. Karena satu anak yang tidak diimunisasi adalah satu risiko bagi masa depan kita bersama,” seru orang nomor satu di Gowa ini.
Baca Juga : Bawa Tema Pemberdayaan dan Kepemimpinan Perempuan, 9 Siswa Menangkan Lomba Surat untuk Bupati Gowa
Sementara, Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian, mengapresiasi capaian Kabupaten Gowa yang dinilai luar biasa, dan berhasil dalam penanganan imunisasi zero dose. Zero dose merupakan kondisi anak yang belum pernah menerima imunisasi sama sekali, sehingga penanganannya menjadi tanggung jawab bersama.
“Keberhasilan 101 persen lebih adalah kerja tim. Dari sejumlah provinsi yang kami kunjungi, Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa adalah yang terbaik. Ini bukan hal mudah, karena di balik angka ada anak-anak yang masa depannya harus kita jaga,” katanya.
Tri Tito juga mengaku pentingnya pendekatan by name by address yang dinilai efektif dalam menjangkau anak-anak yang belum diimunisasi secara langsung.
Baca Juga : Momentum Hardiknas, Bupati Gowa: Mari Beri Ruang Siswa untuk Berpendapat
“Kami juga bahagia Gowa menyasar by name by addres agar anak benar-benar terlayani. Imunisasi adalah perlindungan awal untuk membangun generasi yang sehat dan berkualitas,” tambahnya.
Dirinya berharap praktik baik ini dapat menjadi contoh bagi seluruh daerah di Indonesia, sekaligus mendorong penguatan peran PKK dalam berbagai program kesehatan, termasuk penanganan TBC dan penyakit menular lainnya.
“Ini proyek harus menjadi contoh atau praktek baik diseluruh PKK se-Indonesia dan kita akan beri penghargaan,” tambahnya.
Baca Juga : Momentum Hardiknas, Bupati Gowa: Mari Beri Ruang Siswa untuk Berpendapat
Di tempat yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa apresiasi atas pelaksanaan program yang menjadikan Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Gowa, sebagai lokus intervensi.
“Terimakasih atas kehadiran Ketua Umum TP PKK dan memilih Sulsel khususnya Kabupaten Gowa sebagai lokus. Dengan adanya fokus dan intervensi, tentu ada implikasi nyata terhadap penyelesaian masalah. Kehadiran langsung di tempat ini menjadi energi besar bagi kami,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan capaian yang diraih merupakan hasil kerja tim dari seluruh pihak yang ada, dimana target awal sebanyak 5.787, capaian saat ini mampu melampaui target.
Baca Juga : Momentum Hardiknas, Bupati Gowa: Mari Beri Ruang Siswa untuk Berpendapat
“Alhamdulillah, saat ini capaian telah mencapai 101,6 persen bahkan di aplikasi ASIK di angka 101,8 persen. Ini luar biasa,” katanya.
Dirinya menyampaikan terima kasihnya kepada Bupati Gowa, Ketua TP PKK, jajaran pemerintah daerah, kepala Puskesmas, serta para Kader PKK dan Posyandu yang telah bekerja maksimal.
“Ini adalah kerja tim. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Termasuk dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi yang terus melakukan koordinasi intensif, lebih khususnya lagi kepada kecamatan dengan capaian tertinggi, yakni Pallangga sebagai peringkat pertama, disusul Somba Opu dan Bontomarannu,” sebut Gubernur Sulsel.
