REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menegaskan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) kali ini dijadikan sebagai momentum untuk memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi siswa untuk menyampaikan pendapat.
Hal ini diungkapkan di sela-sela Peringatan Hardiknas Tingkat Kabupaten Gowa Tahun 2026, di Lapangan Kantor Bupati Gowa.
“Momen Hardiknas tahun ini lebih kepada menegaskan arah pendidikan yang lebih dekat dengan pengalaman siswa,” katanya, Senin, (04/05/2026).
Baca Juga : Bawa Tema Pemberdayaan dan Kepemimpinan Perempuan, 9 Siswa Menangkan Lomba Surat untuk Bupati Gowa
Ia menekankan pentingnya membuka ruang bagi siswa untuk menyampaikan pikiran dan apa yang mereka rasakan di sekolah. Sebab, pendidikan tidak cukup hanya berjalan lewat kurikulum dan kegiatan rutin. Ada hal yang sering terlewat, yaitu mendengar langsung suara siswa sebagai bagian dari proses belajar.
“Kita perlu memberi ruang bagi siswa untuk bicara. Dari sana kita bisa tahu apa yang mereka alami, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana mereka melihat sekolah,” ujar orang nomor satu di Gowa ini.
Ia menyebut, selama ini banyak hal tentang sekolah yang hanya dilihat dari sisi administratif, padahal pengalaman siswa sehari-hari memberi gambaran yang lebih utuh tentang kondisi pendidikan.
Baca Juga : Heriwawan Harap UMSi Jadi Pionir Kolaborasi Bangun Daerah di Sektor Pendidikan
“Kalau kita mau memperbaiki pendidikan, kita harus mulai dari hal yang paling dekat, yaitu apa yang dirasakan siswa di dalam kelas dan di lingkungan sekolahnya,” lanjutnya.
Selain itu, Bupati Gowa juga mengingatkan bahwa pembentukan karakter tidak selalu harus melalui program besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus justru lebih berpengaruh dalam jangka panjang.
“Hal sederhana seperti menulis dan merawat lingkungan bisa menjadi bagian dari pendidikan. Dari situ anak-anak belajar menyampaikan pikiran dan bertanggung jawab,” kata bupati perempuan pertama di Gowa ini.
Baca Juga : Husniah Talenrang: Dalam Sinrilik Ada Sejarah Hingga Etika Hidup Orang Gowa
Ia berharap sekolah menjadi ruang yang hidup, tempat siswa merasa didengar dan memiliki kesempatan untuk berkembang.
“Sekolah harus menjadi tempat yang memberi ruang. Bukan hanya untuk belajar, tapi juga untuk berpikir dan menyampaikan gagasan,” tambahnya.
Upacara Hardiknas tahun ini juga dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba menulis surat bertema “Surat untuk Bupati Gowa”.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Bersama Pemprov Sulteng Pacu Investasi Lewat Percepatan Infrastruktur Kelistrikan
Salah satu pemenang lomba menulis surat, Arsyla Nahra Al Fahmi dari SDN Centre Mawang, menyampaikan keprihatinannya kepada anak-anak yang tidak bersekolah dan mengalami perlakuan yang tidak semestinya.
“Isi surat saya tentang kekerasan terhadap anak. Saya melihat masih banyak anak-anak yang seumuran saya yang tidak sekolah. Waktu itu saya lihat ada anak kecil dipukuli karena tidak mau meminta-minta, terus ada juga anak yang memungut sampah dan tidak sekolah karena tidak punya akta lahir. Saya berharap Ibu Bupati bisa membantu mereka supaya bisa sekolah,” ujar Arsyla.
