0%
logo header
Sabtu, 26 Februari 2022 19:03

Bareskrim Polri Tracing Aset Milik Indra Kenz Atas Kasus Aplikasi Binomo

Redaksi
Editor : Redaksi
Tersangka Indra Kenz langsung menjalani penahanan selama 20 hari usai ditetapkan sebagai tersangka. (Foto. Antara)
Tersangka Indra Kenz langsung menjalani penahanan selama 20 hari usai ditetapkan sebagai tersangka. (Foto. Antara)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Pemain aplikasi Binomo, Indra Kesuma (Indra Kenz) telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Dia ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana judi online dan atau penyebaran berita bohong atau hoaks melalui media elektronik dan atau penipuan perbuatan curang dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Akibatnya, Crazy Rich asal Medan itu terancam hukuman hingga 20 tahun penjara usai ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga : Polri Bentuk Satgas Pembasmi Mafia Tanah

Oleh sebab itu, Indra Kenz dijerat dengan Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 27 ayat 2 UU ITE. Kemudian Pasal 45 ayat 1 juncto 28 ayat 1 UU ITE, Pasal 3 UUD Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Selanjutnya, Pasal 5 UUD 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Pasal 10 UUD Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, serta Pasal 378 KUHP Juncto pasal 55 KUHP.

“Ancaman hukuman terhadap yang bersangkutan 20 tahun penjara,” jelas Karo Penmas Bid Humas Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, Sabtu (26/02/2022).

Sebagai tindak lanjut, Bareskrim Polri kemudian melakukan tracing terhadap aset-aset yang dimiliki Indra Kenz untuk mengusut aliran dana dari aplikasi Binomo.

“Kemudian tindak lanjut dari penyidikan yang pertama penyidik akan melakukan tracing terhadap aset milik saudara IK yang terkait dengan transaksi yang dilakukan, yang ada hubungannya dengan perkara kasus ini,” ujar Ahmad Ramadhan.

Baca Juga : Polri Siapkan Layanan Call Centre Untuk Amankan Arus Balik Lebaran

Ramadhan menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum melakukan penyitaan aset Indra Kenz. Adapun sejumlah barang yang sudah disita antara lain, rekening koran pada korban, flashdisk berisi konten YouTube Indra Kenz.

“Bukti transaksi deposit dan withdraw, akun Gmail milik tersangka, akun YouTube milik tersangka dan satu unit handphone milik tersangka,” sambungnya.

Seperti diketahui, Indra Kenz langsung menjalani penahanan selama 20 hari pertama usai ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara penipuan atau judi online melalui aplikasi Binomo.

Baca Juga : Terima Aliran Dana Binomo Rp 9,4 Miliar Adik Indra Kenz, Nathania Kesuma Kini Ditahan Bareskrim Polri

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Indra Kenz terlebih dahulu menjalani pemeriksaan selama tujuh jam didampingi kuasa hukumnya Wardaniman Larosa.

Dalam penetapan tersangka ini, penyidik telah mengantongi sejumlah bukti kuat antara lain keterangan para saksi, saksi ahli hingga barang bukti terkait.

Penulis : Wahyu Widodo
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646