0%
logo header
Selasa, 21 Juni 2022 21:33

BKSDA Pindahkan Perangkap karena Hampir 2 Bulan Beruang Tidak Tertangkap

BKSDA Pos Sampit saat memindahkan satu unit perangkap beruang, Selasa (21/06/2022). (Istimewa)
BKSDA Pos Sampit saat memindahkan satu unit perangkap beruang, Selasa (21/06/2022). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, KOTAWARINGIN TIMUR – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit memindahkan satu unit perangkap beruang dari Jalan Ir. Soekarno Lingkar Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Perangkap beruang dari Jalan Ir. Soekarno Lingkar Utara itu rencananya akan dipindahkan ke wilayah Desa Bangkal Kecamatan Seruyan, Kabupaten Seruyan.

Pemindahan perangkap beruang dilakukan lantaran selama dipasang perangkap beruang sudah tidak pernah terlihat lagi di lokasi tersebut.

Baca Juga : Korupsi Parkir PPM Sampit, Mantan Kadishub Kotim Jadi Tahanan Kejaksaan

“Saat melakukan giat pengangkutan kandang perangkap beruang, kami dibantu oleh dua orang anggota Manggala Agni,” kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah, Selasa (21/06/2022).

Muriansyah mengungkapkan perangkap terpasang di lokasi tersebut sudah sekitar dua bulan.

“Karena sudah tidak dipergunakan lagi, rencananya perangkap akan dipasang di wilayah Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan,” ujarnya.

Baca Juga : Laung Kuning Banjar DPC Kotim Gelar Pembubaran Panitia Milad Pertama

Selain itu, BKSDA Pos Sampit juga menerima laporan tentang kemunculan dan gangguan satu individu orangutan besar, yang terlihat di sekitar pemukiman warga.

“Orangutan jantan tersebut, berada di kebun durian milik warga Desa Batuah, Kecamatan Seranau Kotim, tepatnya di lokasi rescue satu individu orangutan, dua bulan yang lalu,” ungkap Muriansyah.

Menurut Muriansyah, rencanya Tim Rescue akan datang ke lokasi pada besok Rabu. Selain itu, petugas juga telah memberikan pengarahan dan meminta Idrus pihak pelapor, untuk memantau pergerakan orangutan sampai hari Rabu pagi.

Penulis : Anekaria Safari
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646