0%
logo header
Senin, 20 April 2026 16:27

Disparbud Gowa Fasilitasi Siswa Kenal Peninggalan Sejarah di Museum Balla Lompoa

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Disparbud Gowa, Ary Mahdin Asfari (tengah) didampingi Kepala Bidang Kebudayaan, Disparbud Gowa, Ikbal Thiro (kanan) dan pemateri di sela-sela Belajar Bersama di Museum Balla Lompoa, Senin, (20/04/2026). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Kepala Disparbud Gowa, Ary Mahdin Asfari (tengah) didampingi Kepala Bidang Kebudayaan, Disparbud Gowa, Ikbal Thiro (kanan) dan pemateri di sela-sela Belajar Bersama di Museum Balla Lompoa, Senin, (20/04/2026). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gowa melalui Bidang Kebudayaan kembali mengagas program Belajar di Museum Balla Lompoa. Program ini dimaksudkan untuk memperkuat pemahaman siswa dalam mengenal sejarah dan budaya lokal Kerajaan Gowa dari masa ke masa.

Belajar Bersama di Musuem kali menghadirkan puluhan siswa-siswi yang berasal dari tiga sekolah negeri di Kabupaten Gowa. Antara lain, SMP Negeri 1 Sungguminasa, SMP Negeri 2 Sungguminasa dan SMP Negeri 4 Sungguminasa.

Kepala Disparbud Gowa, Ary Mahdin Asfari mengatakan bahwa program Belajar di Museum dikhususkan untuk anak sekolah untuk belajar mengenal sejarah dan kebudayaan lokal daerahnya. Apalagi mereka merupakan generasi penerus yang dinilai menjadi tulang punggung di masa yang akan datang.

Baca Juga : Hadir di Reuni Akbar SMA 3 Gowa, Husniah Talenrang Ajak Alumni Perkuat Nilai Kebersamaan

“Dari program ini kita harapkan generasi muda kita bisa mengenal tempat-tempat sejarah yang ada di sekitar mereka, terutama Museum Balla Lompoa ini. Sehingga pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, membuat program Belajar ke Museum,” terangnya, di sela-sela kegiatan, di Museum Balla Lompoa, Senin, (20/04/2026).

Lanjutnya, Belajar ke Museum ini bertujuan agar anak-anak sekolah bisa memahami apa itu museum, fungsi-fungsi museum, dan tujuan museum itu sendiri.

“Sehingga mereka bisa mengaplikasikan ke teman-teman mereka dan mengajak teman-temannya untuk sama-sama ke museum. Sebab, banyak hal yang menjadi pembelajaran yang penting di museum ini,” terangnya.

Baca Juga : Muscab PKB Zona II Jadi Momentum Regenerasi Partai, Azhar Arsyad Tekankan Kader Lebih Adaptif

Ia menjelaskan, dalam memperkuat pengenalan keberadaan Museum Balla Lompoa ke generasi muda, Disparbud Gowa mengagas dua program. Antara lain, Belajar Bersama di Museum dengan mengajak siswa-siswi dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Gowa untuk belajar langsung ke Museum Balla Lompoa. Kemudian program Ayo ke Museum yakni Bidang Kebudayaan, Disparbud Gowa datang langsung ke sekolah-sekolah pilihan untuk memberikan materi dasar sebagai pengenalan pentingnya mengenal keberadaan museum.

“Untuk sekarang ini kita fokus ke siswa SMP. Jadi ada dua program yang kita lakukan yaitu mengajak anak sekolah ke museum, dan yang kedua program kita adalah bagaimana pemerintah daerah itu ke sekolah untuk menyampaikan informasi tentang museum itu sendiri,” jelasnya.

Sementara, Kepala Bidang Kebudayaan, Disparbud Gowa, Ikbal Thiro mengatakan, program ini menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran di luar kelas yang bertujuan untuk mengenalkan secara langsung warisan budaya dan sejarah Kerajaan Gowa kepada pelajar yang juga bagian dari generasi muda saat ini.

Baca Juga : Kemenangan Kontingen Gowa di MTQ Sulsel Berhasil Masuk Lima Besar

“Ini menjadi program kita sejak dulu dengan tujuan untuk memperkenalkan ke anak-anak kita soal museum. Sehingga mereka bisa senang dan cinta dengan segala peninggalan daerah yang ada dalam museum, dan menjadikannya sebagai ruang belajar baru selain di sekolah,” katanya.

Menurutnya, museum bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar yang hidup bagi siswa. Olehnya, dengan adanya program edukatif tersebut diharapkan mendapatkan dukungan dari seluruh pihak, salah satunya pihak sekolah.

“Kegiatan seperti ini penting untuk menanamkan nilai sejarah sejak dini. Dengan melihat langsung koleksi dan peninggalan di Museum Balla Lompoa, siswa bisa lebih memahami perjalanan sejarah Kerajaan Gowa dan pentingnya menjaga warisan budaya,” jelas Ikbal Thiro.

Baca Juga : Pesta Siaga Perdana di Gowa jadi Ruang Belajar Nilai-nilai Kepramukaan

Ia menambahkan, pihaknya terus mendorong sekolah-sekolah di Kabupaten Gowa untuk memanfaatkan Museum Balla Lompoa sebagai laboratorium pembelajaran sejarah dan budaya.

“Kami berharap semakin banyak sekolah yang datang. Ini menjadi salah satu cara efektif agar anak-anak kita bangga dengan budaya sendiri dan termotivasi untuk ikut melestarikannya,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan tentang museum, termasuk diberikan kesempatan untuk melihat langsung koleksi peninggalan Kerajaan Gowa. Mulai dari benda-benda pusaka, pakaian adat, hingga arsip sejarah.

Baca Juga : Pesta Siaga Perdana di Gowa jadi Ruang Belajar Nilai-nilai Kepramukaan

“Para siswa diajak mengenal lebih dekat sejarah dan budaya secara langsung, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna sekaligus menumbuhkan kesadaran kan pentingnya melestarikan budaya daerah,” terang Ikbal yang juga menjabat sebagai Kepala Museum Balla Lompoa.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646