0%
logo header
Rabu, 22 September 2021 06:39

Harga Telur Turun Drastis, Wakil Ketua DPRD Sulsel Fasilitasi Pengusaha Peternak Gelar RDP

Rizal
Editor : Rizal
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif (tengah) saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pengusaha peternak ayam di Kantor DPRD Sulsel, Selasa (21/9/2021).
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif (tengah) saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pengusaha peternak ayam di Kantor DPRD Sulsel, Selasa (21/9/2021).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Anjloknya harga telur dipasaran sementara harga pakan ternak melambung tinggi membuat pengusaha ayam petelur dan ayam potong di Sulsel menjerit. Kondisi tersebut membuat mayoritas dari mereka mengalami kerugian.

Selasa (21/9/2021), puluhan pengusaha peternak ayam pun mengadu ke DPRD Sulsel. Mereka difasilitasi oleh Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif dalam bentuk Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Bertempat di ruang rapat Komisi B DPRD Sulsel, mereka menggelar RDP dengan sejumlah pihak terkait. Diantaranya menghadirkan perwakilan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, serta Dinas Sosial Provinsi Sulsel.

Baca Juga : Aklamasi, Andi Hendra Hidayat Ketua IKA SMA 6 Makassar Periode 2022-2026

“Mereka (pengusaha peternak ayam) ini merugi karena harga telur turun sementara pakan ternak seperti jagung itu melunjak naik. Makanya mereka hadir di DPRD Sulsel ini meminta untuk difasilitasi dengan dinas terkait dan para produsen pakan untuk sama-sama mencari solusinya,” kata Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif usai memimpin RDP tersebut.

“Nah, Komisi B turut memfasilitasi ini. Solusi jangka panjangnya, kita persiapkan untuk pembuatan Perda terkait dengan komoditi telur ini. Disinilah diharapkan kehadiran DPRD Sulsel dan Pemprov,” tambah sekretaris DPW NasDem Sulsel itu.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi membeberkan sejumlah solusi yang sempat dibahas dalam RDP tersebut. Intinya, kata Cicu, diperlukan intervensi dari pemerintah sebagai solusi jangka pendeknya.

Baca Juga : Yakin Golkar Solid, TP Optimis Airlangga Terpilih di Pilpres 2024

“Kita berharap solusi jangka pendeknya bagaimana pabrik pakan ternak itu bisa memberikan subsidi atau keringanan kepada para peternak ini. Dimasa sulit ini kita mesti berempati satu sama lain,” jelasnya.

“Intervensi pemerintah dalam hal penyaluran bantuan sosial juga dibutuhkan. Dimana untuk kebutuhan telur bansos itu bisa diambil dari para peternak kita. Nah, untuk solusi jangka panjangnya itu pemerintah harus membuat regulasi terkait pengendalian harga komoditi telur ini dipasaran,” demikian Cicu. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 852-9999-3998