0%
logo header
Jumat, 25 Februari 2022 11:57

Indra Kenz Terancam 20 Tahun Penjara Terkait Kasus TPPU

Redaksi
Editor : Redaksi
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri menetapkan Indra Kenz sebagai tersangka tindak pidana judi online dan atau penyebaran berita bohong atau hoax melalui media elektronik dan atau penipuan perbuatan curang dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengungkap penyidik mengantongi sejumlah bukti sebelum menetapkan Indra Kenz sebagai tersangka.

“Alat bukti yang telah diamankan yaitu akun YouTube milik yang bersangkutan (Indra Kenz) dan bukti transfer,” ujar Ramadhan kepada wartawan, Kamis (24/2/2022) kemarin.

Baca Juga : Polisi Selidiki Promo Holywings yang Sebut Nama Muhammad dan Maria

Indra Kenz dijerat dengan Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 27 ayat 2 UU ITE. Kemudian Pasal 45 ayat 1 juncto 28 ayat 1 UU ITE, Pasal 3 UUD Nomor 8 Tahun 2010 tentang Penegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Selanjutnya, Pasal 5 UUD 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Pasal 10 UUD Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, serta Pasal 378 KUHP Juncto pasal 55 KUHP.

“Ancaman hukuman terhadap yang bersangkutan 20 tahun penjara,” tukasnya.

Baca Juga : Menyambut 100 Tahun Chairil Anwar, Komunitas Salihara Buka Kompetisi Debat Sastra Tingkat SMA 2022

Seperti diketahui, kasus dugaan penipuan investasi melalui aplikasi Binomo ini dilaporkan oleh delapan korban ke Bareskrim Polri pada Kamis (03/02) lalu, dan teregister dengan nomor LP/B/0058/II/2022/SPKT/Bareskrim Polri.

Indra Kenz diduga melanggar ketentuan dalam Pasal 45 ayat 2 Jo Pasal 27 ayat 2 dan atau Pasal 45A ayat 1 Undang-Undang Transaksi Elektronik (UU ITE) tentang Perjudian Online, Pasal 28 ayat 1 UU ITE tentang Berita Bohong yang Merugikan Konsumen, dan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 KUHP tentang Penipuan dan/atau Pasal 3, 5, dan 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa delapan orang pelapor yang turut menjadi korban, termasuk Maru Nazara. Para korban disebut mengalami kerugian sebesar Rp3,8 miliar.

Baca Juga : Kapolres Metro Jakarta Barat Bicara Soal Penanganan Perkara Anak Berhadapan Dengan Hukum

Dari hasil pemeriksaan korban, Indra Kenz diketahui mempromosikan aplikasi trading Binomo sebagai aplikasi resmi dan legal di Indonesia melalui YouTube, Instagram dan Telegram.

Dalam promosi tersebut, Indra juga mengajarkan strategi trading dalam aplikasi tersebut dan memamerkan hasil profit. Ia juga menawarkan keuntungan kepada para korban sebesar 80-85 persen.

“Langkah (praperadilan) kemungkinan ada, tapi kami tetap akan diskusi ke keluarganya,” kata pengacara Indra Kenz Wardaniman Larosa kepada wartawan, Jumat (25/02).

Baca Juga : Gubernur Anies Baswedan Angkat Tokoh Betawi Jadi Nama Jalan dan Gedung di DKI, Ini Daftar Namanya

Ia menyebutkan bahwa saat ini pihaknya juga berencana mengajukan penangguhan penahanan terhadap kliennya apabila kepolisian telah resmi mengeluarkan surat perintah penahanan.

Penulis : Wahyu Widodo
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646