REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Sepanjang 2025 investor pasar modal di Indonesia berhasil tembus 20,36 juta atau naik 36,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini pun mencatatkan pertumbuhan signifikan jumlah investor di pasar modal domestik sepanjang 2025.
“Hingga Desember 2025 terdapat penambahan sebanyak 694 ribu investor baru di pasar modal Indonesia,” terang Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, OJK Inarno Djajadi, dalam keterangannya, kemarin.
Dengan tambahan tersebut, secara tahunan atau year on year (yoy) jumlah investor pasar modal meningkat sebanyak 5,49 juta menjadi 20,36 juta investor. Peningkatan jumlah investor tersebut menunjukkan semakin kuatnya partisipasi masyarakat terhadap instrumen pasar modal.
Baca Juga : Momen Hari Kartini, Kaukus Perempuan Parlemen DPRD Sulsel Usul Perda Perlindungan Anak
“Hal ini seiring dengan upaya penguatan literasi dan inklusi keuangan yang terus dilakukan OJK bersama para pemangku kepentingan,” jelasnya.
Selain dari sisi investor, OJK juga mencatat kinerja positif dalam penghimpunan dana oleh korporasi melalui pasar modal. Target realisasi penghimpunan dana di periode 2025 sebesar Rp220 triliun berhasil terlampaui. Dimana, sepanjang 2025, total nilai Penawaran Umum tercatat mencapai Rp274,80 triliun.
Capaian tersebut termasuk kontribusi dari 20 emiten baru yang melakukan penghimpunan dana (fundraising) dengan total nilai Rp16,21 triliun. Sementara itu, pada sisi pipeline, terdapat 29 rencana Penawaran Umum dengan nilai indikatif mencapai Rp22,28 triliun.
Baca Juga : Performa Yamaha Gear Ultima Makin Diakui, Tetap Ganas Walau Disiksa dengan RPM Maksimal
“Capaian ini mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang. Sekaligus menunjukkan resiliensi pasar modal Indonesia di tengah dinamika perekonomian global,” kata Inarno.
