0%
logo header
Rabu, 11 Maret 2026 05:24

Januari 2026, Kinerja Industri Perbankan di Sulsel Tumbuh Positif

Chaerani
Editor : Chaerani
Kiri ke Kanan: Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin (kiri) dalam Jurnalis Update OJK Sulselbar, di Kantor OJK Sulselbar, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, kemarin. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Kiri ke Kanan: Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin (kiri) dalam Jurnalis Update OJK Sulselbar, di Kantor OJK Sulselbar, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, kemarin. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan kinerja yang baik pada industri perbankan di Sulawesi Selatan sepanjang Januari 2026.

Hal ini tercermin pada bertumbuhnya sejumlah indikator utama perbankan, mulai dari total aset, penghimpunan dana pihak ketiga, hingga penyaluran kredit.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menyampaikan bahwa total aset perbankan di Sulawesi Selatan tercatat tumbuh sebesar 5,90 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Baca Juga : Target Pertahankan Gelar Juara, Appi Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026

“Aset perbankan di Sulsel di Januari 2026 mencapai Rp212,19 triliun dengan kenaikan 5,90 persen dibandingkan tahun sebelumnya di periode yang sama dengan capaian sebesar Rp200,37 triliun,” jelasnya, di sela-sela Media Update Kinerja Sektor Jasa Keuangan di Sulawesi Selatan, di Learning Center OJK Sulselbar, kemarin.

Selain itu, pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan yang positif sebesar 7,83 persen secara yoy. Dimana secara angka penghimpunan dana masyarakat di perbankan ini mencapai Rp145,27 triliun pada Januari 2026, sementara di tahun lalu pada periode yang sama mencapai 134,73 triliun.

Lanjut Muchlasin, di sisi penyaluran kredit perbankan, pihaknya juga mencatat peningkatan sebesar 5,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau mencapai Rp173,03 triliun. Pada penyaluran kredit ini pun didominasi ke sektor usaha produktif.

Baca Juga : Tak Hanya Adu Modifikasi, CustoMAXi Yamaha di Makassar Juga Tawarkan Promo DP Rendah

Kemudian, pada kinerja intermediasi perbankan di wilayah Sulawesi Selatan masih berada pada level yang relatif tinggi. Hal tersebut tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang tercatat sebesar 119,11 persen. Meski demikian, kondisi tersebut tetap diimbangi dengan kualitas kredit yang terjaga dengan baik.

“Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tercatat berada pada level yang masih terkendali, yaitu sebesar 3,76 persen,” sebut Muchlasin.

Menurutnya, pertumbuhan positif ini menunjukkan bahwa sektor perbankan di Sulawesi Selatan masih memiliki daya tahan yang cukup kuat dalam mendukung aktivitas perekonomian daerah. Dengan kinerja yang tetap solid pada awal tahun 2026 ini, sektor perbankan diharapkan dapat terus memperkuat fungsi intermediasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Superfest 2026 by Khong Guan: Ajang Pencarian Talenta Sepak Bola Sejak Dini

“OJK Sulselbar akan terus mendorong perbankan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan kualitas pembiayaan agar stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga,” tutupnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646