REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kawasan kuliner di Center Poin of Indonesia (CPI) Lego-lego dan masjid 99 kubah, kini menjadi objek wisata baru di Kota Makassar. Setiap hari kawasan itu ramai dikunjungi masyarakat, hanya pengunjung mengeluhkan tarif parkir yang mahal, juru parkir menarik tarif hingga Rp10 ribu.
Masyarakat yang berkunjung di kawasan kuliner lego-lego dan Masjid 99 kubah yang ada di dalam kawasan Center Point Of Indonesia (CPI), tidak hanya masyarakat Makassar saja, tapi juga dari luar Makassar terutama daerah tetangga seperti Maros, Gowa dan Takalar berkunjung kesana.
Selain datang untuk bersantai di Lego-Lego, tidak sedikit pengunjung datang untuk melihat kemegahan Masjid 99 kubah, yang kini menjadi ikon baru di Makassar. Hanya saja pengunjung mengeluhkan tarif parkir yang mahal.
Baca Juga : 112 Siswa SD Islam Athirah Makassar Ikut MPSL, Diajak Kenal Budaya dan Lingkungan Belajar
“Tarif parkirnya sudah tidak wajar, masa disuruh bayar Rp10 ribu, baru tidak ada juga karcis parkirnya. Tadi alasan jukirnya karcisnya habis, baru dia tunjukkan ID (kartu identitas jukir). Tadi sepintas ID jukirnya ada Logo Pemprov Sulsel,” kata Abdullah, salah satu ASN Takalar yang berkunjung ke kawasan itu.
Dari informasi itu, Republiknews.co.id sengaja berkunjung ke kawasan wisata baru tersebut dengan menggunakan kendaraan roda empat. Saat tiba di lokasi, mobil yang dikendarai penulis diarahkan untuk parkir dekat bangunan Masjid 99 kubah, di sana sudah banyak kendaraan roda empat yang terparkir rapih.
Saat kendaraan penulis terparkir, salah satu jukir menggunakan jaket jins, dan celana pendek langsung menghampiri mobil penulis. “Bayar memang meki parkirta,” kata sang jukir.
Baca Juga : Euforia Piala Dunia di Gowa, Kodim 1409 Siapkan 14 Titik Nobar Semifinal Spanyol vs Prancis
“Berapa,” jawab penulis.
Juru parkir langsung meminta tarif sebesar Rp 10 ribu. Saat diminta karcis parkir, sang jukir beralasan jika karcis sudah habis. “Sepuluh ribu, begitu memang disini, saya ini jukir resmi ada ID ku,” kata jukir sembari memperlihatkan ID nya.
Terkait hal tersebut, PIC Parkir Perseroda Sulsel Haryun Yunir, mengatakan tata kelola parkir yang terletak di Kawasan kuliner CPI atau Lego-lego, Perseroan Daerah (Perseroda Sulsel) akan menggandeng Dinas Perhubungan.
Baca Juga : Penilaian Berbasis IYB Jadikan Bone Role Model Tata Kelola Perkebunan Berkelanjutan
Soal tarif parkir Rp10 ribu, Haryun menegaskan jika pemerintah Provinsi tidak menerapkan tarif parkir, melainkan menggratiskan parkir.
“Jadi tidak ada pemungutan biaya, sepeserpun dan tidak ada target sedikitpun yang dipungut di situ. Kalau soal parkir itu diambil alih Dishub, pada dasarnya disini kehadiran Perseroda hanya menata itu perpakiran agar tidak semarawut,” ungkap Haryun Yunir, melalui telepon seluler, Selasa (22/09/2020).
Dijelaskannya, Banyaknya pungutan parkir liar di kawasan Lego-lego CPI banyak orang-orang di sekitar warga situ yang memanfaatkan momen dengan berpura menjadi pengunjung.
Baca Juga : OJK Beri Kepastian Hukum dan Pelindungan Bagi Nasabah Dana Pensiun
“Di lego-lego itu tanpa dipungut biaya parkir, tidak ada itu, dan memang ada itu segelintir orang yang memanfaatkan keadaan begitu, makanya kita mengenalkan tidak ada pemungutan,” ujarnya.
Kata Haryun, saat ini ia mengaku telah berkoordinasi keseluruh stakeholder terkait peningkatan proses pengamanan dan mengantisipasi parkir liar.
“Pada dasarnya tidak ada memungut biaya, kita hanya meminimalkan tingkat kejahatan dengan memasang orang-orang yang kita sudah ingatkan dan peringati, adapun yg melakukan tindakan itu bukan atas suruhan kami,” pungkasnya. (Thamzil)
