0%
logo header
Senin, 04 Juli 2022 03:20

Kades Lasori Paparkan Keunggulan Desanya di Hadapan Tim Penilai Lomdeskel Sultra

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Kades Lasori Buradin, ST saat memaparkan keunggulan Desa Lasori di hadapan Tim Penilai Lomdeskel tingkat Provinsi Sultra, Sabtu (02/07/2022).
Kades Lasori Buradin, ST saat memaparkan keunggulan Desa Lasori di hadapan Tim Penilai Lomdeskel tingkat Provinsi Sultra, Sabtu (02/07/2022).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BUTON TENGAH – Kedatangan Tim Penilai Lomba Desa dan Kelurahan (Lomdeskel) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2022 di Desa Lasori, Kecamatan Mawasangka Timur Kabupaten Buton Tengah (Buteng), disambut meriah dengan pengalungan bunga dan tarian.

Kemudian dilanjutkan dengan acara tatap muka bersama Tim Penilai Lomdeskel di pelataran Kantor Desa Lasori, Sabtu (02/07/2022).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa (Kades) Lasori Buradin, ST memaparkan laporan tentang profil desa dan potensi yang dimiliki desanya.

“Dalam pelayanan masyarakat, kami menerapkan 2 sistem pelayanan terpadu yaitu, Self Online Service (SOS) dengan mengunjungi website desa, serta Mobile Service (MS) dengan mendatangi langsung kantor desa pada ruang pelayanan terpadu,” paparnya.

Dilihat dari potensi desa, kata Buradin, Desa Lasori merupakan desa yang memiliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap dan memadai dalam menopang dan mendukung program indeks membangun desa.

Pada sektor pendidikan, sarana pendidikan yang ada di Desa Lasori yaitu Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan taman baca Al Buruj yang berada di belakang kantor Desa Lasori.

“Dan ini dalam rangaka meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada masyarakat Desa Lasori yang didukung dengan adanya program Lasori Cerdas,” terangnya.

Pada sektor kesehatan, lanjut Buradin, Desa Lasori terdapat posiandu induk dalam melayani kesehatan dan juga didukung dengan adanya mobil Ambulance Desa yang diperoleh dari swadaya masyarakat pada tahun 2018.

Kemudian pada sektor ekonomi secara umum mata pencaharian masyarakat Desa Lasori terindentifikasi kedalam beberapa bidang mata pencaharian seperti nelayan, petani, pedagang, buruh bangunan dan tukang.

“Desa Lasori memiliki icon desa yaitu Ikan Terbang, sebagai potensi desa dan ini juga sebagai salah satu penghasilan nelayan dan kemudian diolah yaitu melalui TP PKK Desa Lasori melalui UP2K yang diolah menjadi Kenta Kagahai Kambala, dan Abon Kambala dan juga ada souvenir berupa baju dan ini brand Kenta Kambala, dan ini juga menjadi program unggulan di Desa Lasori,” ungakap Buradin.

Pada bidang ketertiban dan keamanan, lanjut Buradin, peran serta Linmas dan warga masyarakat yang sekarang diperkuat dengan ditempatkannya Babinsa dan Babinkatibmas dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat .

“Hal ini berkat peran serta Linmas dan masyatakat dalam mejaga keamanan dan ketertiban masyarakat itu dengan dilaksanakan piket jaga kantor desa. Sedangkan peran masyarakat yaitu dengan adanya ronda malam di setiap lingkungan yang sudah dijadwal oleh kepala desa dan dilaporkan kepada pemerintah desa,” ucapnya.

Peran serta ini, kata lanjut Buradin, telah mewujudkan partisipasi masyarakat yang sudah terjalin cukup baik di Desa Lasori dan didukung dengan adanya program Lasori Lancar dan Keamanan. Ketertiban ini juga di dukung dengan adanya pengadaan lampu jalan sebanyak 81 titik yang disebar di semua dusun pada tahun 2021 dan 2022 dengan program Lasori Terang.

Kemudian pada sektor pariwisata, kata Buradin, pengembangan sektor wisata merupakan salah satu bentuk percepatan pembangunan desa secara terpadu untuk mendorong transformasi sosial, budaya dan ekonomi desa.

“Karena itu tiap desa perlu mencermati potensi yang dimilikinya untuk diangkat dan dikembangkan agar memberikan nilai serta produktifitas yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti pembangunan taman kambala dan pantai Gubahi yang menawarkan keindahan pantai pasir putih dan bersih dan icon kenta kambala, sebagai spot berfoto dan juga didukung dengan adanya warung Bumdes yang berada si sekitar pantai Gubahi, dan ini juga di dukung dengan program Lasori eksotis,” jelas Buradin.

Pada bidang pemerintahan dalam menjalankan sistem pemerintahan, Desa Lasori selalu melibatkan 2 pilar yaitu pemerintahan, pemerintah desa dan BPD.

“Jadi koordinasi antara kedua pilar tersebut sudah cukup baik mulai dari unsur pemerintahan sampai pada bidang urusan Administrasi,” ucapnya.

Di Desa lasori memiliki sarana aset perkantoran yaitu kantor desa, kantor BPD, kantor PKK dan kantor Bumdes.

Selanjutnya, status Desa Lasori dalam pengukuran status desa oleh Kementrian Desa, Desa Lasori berubah status desa yaitu dari desa tertinggal menjadi desa maju pada tahun 2019.

“Alhamdulillah status itu masih bertahan sampai sekarang dan Insya Allah menuju ke status desa yang mandiri,” tutup Buradin. (*)

Penulis : Rudi Ard
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646