REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa telah memprioritaskan penguatan layanan kesehatan bagi masyarakat hingga upaya penurunan prevelensi stunting dalam mendorong terciptanya pembangunan daerah secara merata.
Upaya peningkatan kualitas kesehatan yang memadai ini pun telah dilakukan melalui berbagai program pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Kali ini Pemerintah Kabupaten Gowa kembali menyalurkan pemberian paket sembako hingga menyediakan pelayanan kesehatan seperti pelayanan KB serentak, pemeriksaan kesehatan gratis dan sunatan massal di Kecamatan Bajeng Barat.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gowa dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat. Selain itu juga memprioritaskan upaya penurunan angka stunting dan kemiskinan di wilayahnya.
Baca Juga : Disertasi Doktoral Hendriansyah Temukan Orang yang Wakaf Cenderung Lebih Bahagia
“Pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan wajib memberikan pelayanan yang baik dan cepat, kepada seluruh masyarakat,” ungkapnya, saat hadir dalam kegiatan, di Puskesmas Gentungan, Rabu, (10/06/2026).
Selain peningkatan layanan kesehatan, hal lainnya yang diprioritaskan yakni pada komitmen untuk mendorong penurunan prevelensi stunting secara berkelanjutan. Hasilnya, Kabupaten Gowa baru saja meraih predikat terbaik ketiga tingkat nasional dalam penurunan kemiskinan dan stunting.
Menurutnya capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk bekerja lebih keras agar prestasi tersebut dapat ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
Baca Juga : OJK Libatkan TP PKK Perkuat Literasi Keuangan Bagi Perempuan
“Kalau tahun ini kita berada di posisi terbaik ketiga, maka kita ingin lebih baik lagi. Seluruh stakeholder yang berkaitan harus turun langsung ke lapangan memastikan masyarakat kita semakin sejahtera dan terbebas dari stunting,” tegas Husniah.
Ia juga menegaskan, penurunan kemiskinan dan stunting merupakan program prioritas daerah yang harus dilakukan secara kolaboratif. Pasalnya kemiskinan dan masalah kesehatan memiliki keterkaitan yang erat sehingga penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama.
“Kita berharap angka kemiskinan dan stunting di Kabupaten Gowa terus menurun sehingga target pembangunan sumber daya manusia yang unggul dapat terwujud,” tambahnya.
Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Gali Masukan Pemkot Parepare Terkait Ranperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
Dalam kegiatan ini, Bupati Gowa menyerahkan bantuan sembako kepada 70 penerima manfaat yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita berisiko stunting. Bantuan tersebut didukung oleh BPJS Kesehatan dan Badan Amil Zakat (Baznas) sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan pemenuhan gizi keluarga.
“Masyarakat tentu merasa senang karena pemerintah hadir di tengah mereka saat membutuhkan. Ini adalah bentuk kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera,” ungkapnya.
Sementara, Camat Bajeng Barat, Syamsu Risal menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Gowa terhadap masyarakat di wilayahnya. Berbagai program yang dihadirkan melalui Program Gowa Bersama dinilai menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.
Baca Juga : Pansus Pajak dan Retribusi Daerah DPRD Sulsel Kunjungi Samsat Bulukumba
“Kami sangat bersyukur atas perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat Bajeng Barat. Semoga sinergitas dan kekompakan yang selama ini terjalin dapat terus dipertahankan demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Salah satu masyarakat, Windi (28) yang mengikuti Pemberian KB gratis mengaku bersyukur dengan layanan ini. Menurutnya program tersebut sangat membantu bagi dirinya terlebih bagi keluarga yang ingin melakukan KB tapi terkendala biaya atau kurangnya pengetahuan.
“Alhamdulillah pasti sangat bersyukur, saya mau ikut ini karena anak saya sudah tiga. Semoga program ini bisa terus hadir agar kami para ibu-ibu bisa terbantu dan mendapatkan edukasi yang baik terkait penggunaan KB,” tutupnya.
