Jumat, 24 Juli 2026 20:01

Tingkatkan Kapasitas Penyimpanan Pangan, Bulog Sulselbar Siapkan 11 Gudang Baru

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi saat diwawancarai wartawan, di Karna Coffee Pettarani, Jumat, (24/07/2026). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Kepala Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi saat diwawancarai wartawan, di Karna Coffee Pettarani, Jumat, (24/07/2026). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) akan membangun 11 gudang baru sebagai bagian dari strategi memperkuat infrastruktur logistik pangan. Sekaligus meningkatkan kapasitas penyimpanan hasil panen petani di wilayah kerjanya.

Pembangunan ini rencananya akan dimulai pada akhir 2026 di sejumlah titik di wilayah Sulselbar. Selain menjadi lokasi tambahan untuk penyimpanan cadangan beras, gudang baru ini sekaligus meminimalisir biaya sewa gudang yang sering dilakukan Bulog Kanwil Sulselbar untuk dapat menjangkau seluruh stok yang ada.

Kepala Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi menegaskan, pembangunan gudang baru ini perlu dilakukan, sebab telah menjadi hal krusial saat ini. Apalagi, kondisi pergudangan Bulog di wilayah Sulselbar sudah mengalami keterbatasan atau overcapacity.

Baca Juga : PLN UID Sulselrabar Dukung Program Reforma Agraria BPN melalui Pendampingan UMKM di Majene

Ia menyebutkan, hingga saat ini total stok beras Bulog Sulselbar mencapai 855.000 ton, sementara gudang milik Bulog Sulselbar hanya mampu menampung cadangan beras sebesar 364.000 ton yang terbagi dalam 52 kompleks gudang atau 204 unit gudang.

“Kondisi ini menunjukkan lebih dari separuh stok beras yang kami kelola harus disimpan di luar gudang milik Bulog, seperti di gudang sewa swasta atau gudang mitra penggilingan,” katanya, saat diwawancarai, Jumat, (24/07/2026).

Belum lagi lanjutnya, pihaknya harus mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk biaya penyewaan gudang penyimpanan setiap tahunnya. Misalnya, pada periode 2025 lalu, Bulog Sulselbar mengeluarkan sebesar Rp48 miliar pada 2025 untuk penyewaan yang tersebar di berbagai daerah di wilayah Sulselbar.

Baca Juga : Antisipasi Mandek, KAJ Sulsel Terus Kawal Proses Kekerasan Jurnalis Antara Darwin Fatir

“Secara umum tahun lalu saja kami nyewa itu sekitar Rp48 miliar. Jadi mereka (pemilik gudang) dapat investasi, kami sewa dan mereka dapat cashflow tambahan,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, 11 unit gudang baru ini mulai dibangun sekitar November 2026 yang tersebar di sejumlah kabupaten. Antara lain, Kabupaten Pinrang, Bone, Palopo, Bulukumba, Selayar hingga Mamasa di Sulawesi Barat.

Setiap unit gudang diproyeksikan memiliki kapasitas tampung rata-rata 3.500 ton. Dengan demikian, adanya 11 titik baru ini akan memberikan penambahan kapasitas gudang sebesar 38.000 hingga 40.000 ton.

Baca Juga : Hadir di Masjid Al-Markaz, Australian Reading Corner Perkuat Literasi dan Hubungan Indonesia-Australia

“Pembangunan 11 titik gudang baru tersebut merupakan bagian dari program strategis Perum Bulog Pusat yang mengalokasikan sebanyak 100 titik pembangunan gudang di seluruh Indonesia,” tegas Fahrurozi lagi.

Adapun dari total 11 titik lokasi yang direncanakan, sebanyak delapan titik akan dibangun di atas lahan milik Perum Bulog. Sementara itu, tiga titik lainnya memanfaatkan lahan hibah dari pemerintah daerah, seperti di Kabupaten Bone, Mamasa dan Selayar.

“Saat ini, proyek memasuki tahap perancangan teknis dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) oleh konsultan perencana, yang berjalan secara paralel dengan proses kelengkapan administrasi sertifikasi tanah,” urainya.

Baca Juga : DM Nilai Sekolah Nasional Terintegrasi Langkah Baru Tingkatkan Mutu Pendidikan di Gowa

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646
Berita Terbaru