REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE — Jurnalis republiknews.co.id dua kali terjatuh dari kendaraan roda dua karena tidak dapat mengendalikan kendaraan itu di tanjakan yang berpasir, berbatu dan curam saat mengunjungi Desa Batu Putih, Kecematan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, Selasa (27/10/2020).
Tak bisa dibayangkan penduduk Desa Batu Putih yang setiap hari melewati jalan ini, apalagi pusat Kecematan berada kurang lebih 5 km dari Desa Batuh Putih dengan akses menantang dan cocok bagi pencinta offroad dan komunita motor trail ini.
Kepala Desa Batu Putih Tahir, Deng Tahi, saat ditemui republiknews.co.id mengatakan sudah kurang lebih 30 tahun akses jalan rusak.
“Ituji bagus-bagus sedikit jalan di sini karena ada dulu bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Dan mengerjakan beberapa titik mulai perbatasan ibukota Kecematan sampai Desa Batu Putih pada tahun 2009 dan 2010 bisa dinikmati masyarakat. Dan lebih parah lagi dari Desa ini ke Desa Tapong Kecematan Tellu Limpoe, lebih parah jalannya dan ada disitu jembayan gantung yang banyakmi lepas talinya bahkan banyakmi memakan korban, ada beberapa warga kami yang jatuh kesungai bersama kendaraannya, pernah pak Bupati Bone datang kesini waktunya mau mencalonkan untuk Periode Ke Duanya,” terangnya.
Di lain tempat, Ketua Kesatuan Pelajar Mahasiswa Bone (Kepmi Bone) DPC Tellu Limpoe dan juga sebagai tokoh pemuda di Desa itu, Aswar, yang dihubungi via seluler, yang saat ini menempuh pendidikan di Kota Makassar menjelaskan bahwa kalau musim penghujan kondisi jalan lebih parah lagi, licin dan berlumpur, terlebih jika ada warga yang sakit atau ingin melahirkan, warga seperti masih berada di jaman penjajahan.
“Warga sangat resah dengan kondisi jalan, jika waktu bertepatan musim penghujan, dan masyarakat sedang sakit seperti mau melahirkan atau penyakit lainnya, setengah mati tempuh akses seperti itu seperti jaman penjajahan, walaupun saya tidak hidup dijaman itu paling tidak saya bisa membayangkan, dan untungnya adaji listrik masuk disini, harapan kami Pemerintah Daerah bisa memperhatikan hal ini. Tolong kasian kami, ada warga di ujung Bone berbatasan dengan Kabupaten Pangkep yang butuh perhatian, kalau bisa janganmi dulu dibangun itu Kantor menara di Kota Bone, perhatikan kami, kami juga wargata, tunjukkan kepada kami bahwa anda adalah pemimpin kami, tolong pakai hatita,” ungkapnya dengan nada penuh iba. (Abdul Muhaimin)
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646
