0%
logo header
Kamis, 19 Maret 2026 12:06

Kinerja Industri Keuangan Non-Bank di Sulsel Tumbuh Positif dan Adaptif

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin (kanan) saat memaparkan kondisi sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan pada Media Update OJK Sulselbar, di Kantor OJK Sulselbar, kemarin. (Dok. OJK Sulselbar)
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin (kanan) saat memaparkan kondisi sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan pada Media Update OJK Sulselbar, di Kantor OJK Sulselbar, kemarin. (Dok. OJK Sulselbar)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Provinsi Sulawesi Selatan sepanjang 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang relatif positif, meskipun terdapat variasi kinerja antar subsektor.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, pertumbuhan tersebut tercermin dari sejumlah indikator utama, mulai dari perusahaan pembiayaan, modal ventura, hingga pinjaman daring (Pindar) atau fintech P2P lending, serta dana pensiun, penjaminan, dan asuransi.

Penyaluran pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan tercatat tumbuh tipis sebesar 0,14 persen secara tahunan menjadi Rp19,01 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp18,98 triliun. Sementara itu, kinerja modal ventura mengalami pertumbuhan yang lebih kuat, yakni sebesar 7,97 persen menjadi Rp360 miliar dari sebelumnya Rp333 miliar.

Baca Juga : Keberadaan KDMP Dinilai Akan Perkuat Ekonomi Warga Gowa

Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, menyampaikan bahwa secara umum sektor IKNB di wilayah ini masih berada dalam jalur pertumbuhan yang sehat.

“Secara keseluruhan, dinamika kinerja IKNB tersebut menunjukkan bahwa sektor keuangan di Sulawesi Selatan tetap berada pada jalur pertumbuhan yang positif dan adaptif,” ujarnya dalam keterangan resmi, kemarin.

Di sisi lain, industri Pindar mencatatkan pertumbuhan paling signifikan. Outstanding pinjaman meningkat 34,56 persen menjadi Rp2,39 triliun pada Desember 2025, dibandingkan Rp1,78 triliun pada tahun sebelumnya.

Baca Juga : Ini Tips dari PLN untuk Hitung Komponen Pembayaran Listrik dan Atur Pola Pemakaian

Menurut Muchlasin, peningkatan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan keuangan digital, khususnya bagi kelompok yang belum sepenuhnya terjangkau layanan perbankan konvensional.

“Peningkatan masyarakat mengakses Pindar menandakan permintaan dan penetrasi pasar yang kuat terhadap layanan keuangan digital,” jelasnya.

Selain itu, total aset dana pensiun juga tumbuh sebesar 8,28 persen. Kinerja positif turut terlihat pada sektor penjaminan dengan pertumbuhan mencapai 36,64 persen.

Baca Juga : Puluhan Siswa SD Gamaliel Makassar Bergembira di Kids Hotel Adventure Aston

Namun demikian, industri asuransi justru mengalami kontraksi. Total premi tercatat menurun sebesar 8,10 persen, sementara klaim asuransi turun lebih dalam sebesar 16,82 persen.

Secara keseluruhan, perkembangan ini menunjukkan bahwa sektor IKNB di Sulawesi Selatan tetap resilien dan adaptif di tengah dinamika ekonomi, dengan pertumbuhan yang didorong oleh transformasi digital dan peningkatan inklusi keuangan.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646