0%
logo header
Senin, 21 Februari 2022 13:58

Korban Aplikasi Binomo Akan Demo, Polri Kami Tidak Bisa Di Intervensi

Redaksi
Editor : Redaksi
Gedung Bareskrim Polri. (Istimewa)
Gedung Bareskrim Polri. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Korban penipuan trading melalui aplikasi Binomo rencananya akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Bareskrim Polr, pada Senin (21/2/2022) siang ini.

“Saat ini sudah dilakukan penyelidikan tentang pengurus ataupun pemilik dari Platform Binomo,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan.

Menyikapi rencana Aksi unjuk rasa tersebut, Bareskrim Polri menyatakan akan terus bekerja menyelidiki kasus dugaan penipuan tersebut secara profesional tanpa terpengaruh tekanan dari massa.

Baca Juga : Polri Tetap Awasi dan Cekal Dua Tersangka KSP Indosurya Meski Telah Bebas Dari Rutan

“Dalam proses penyidikan, penyidik tidak dapat diintervensi baik oleh pelapor maupun terlapor,” ujar Jenderal Polisi Bintang Satu itu.

Whisnu menegaskan pihaknya akan melakukan penyelidikan sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) dan bekerja secara independen menggunakan rencana penyidikan yang telah disusun.

Di sisi lain, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengungkap belum mengetahui rencana aksi unjuk rasa dari para korban Binomo.

Baca Juga : Polri Bentuk Satgas Pembasmi Mafia Tanah

Rencananya, Ramadhan akan mengecek dan memeriksa terlebih dahulu izin pelaksanaan unjuk rasa di depan Bareskrim Polri tersebut.

“Nanti akan kami cek terlebih dahulu apakah ada pemberitahuan aksi atau tidak,” jelas Ramadhan.

Seperti diketahui, aksi unjuk rasa ini digelar buntut dari mangkirnya Crazy Rich asal Medan Indra Kesuma alias Indra Kenz dari pemeriksaan penyidik pada Jumat (18/02/2022) lalu dan tak kunjung ditetapkan sebagai tersangka. Sementara kasus penipuan Binomo ini telah naik statusnya ke tingkat penyidikan. Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan alasan ditingkatkan status perkara tersebut karena penyidik menemukan dugaan unsur pidana.

Penulis : Wahyu Widodo
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646