REPUBLIKNEWS.CO.ID, KENDARI — Teman KIP (Kartu Indonesia Pintar) melakukan kunjungan di beberapa kampus di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Diantaranya, Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Lakidende (Unilaki) dan Universitas Nahdlatul Ulama Sultra (Unusra). Agenda ini sebagai rangkaian kunjungan kerja Teman KIP untuk berkoordinasi dengan pimpinan perguruan tinggi yang mendapatkan program KIP-Kuliah, khususnya di wilayah Indonesia Timur baik negeri maupun swasta.
“Kehadiran Teman KIP-Kuliah yang diinisiasi Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma’ruf bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama ini adalah untuk mengawal program KIP-Kuliah agar tepat sasaran. Makanya kami berkoordinasi dengan pimpinan perguruan tinggi agar bisa bekerjasama menyukseskan program KIP-Kuliah ini,” ujar Yasir Budjin Samoal yang merupakan Koordinator Nasional Teman KIP Wilayah Indonesia Timur, dalam keteranga persnya Sabtu (19/09/2020).
Yasir yang juga merupakan Tim Asistensi Stafsus Presiden RI, Aminuddin Ma’ruf ini menambahkan, dengan adanya KIP Kuliah tidak ada lagi yang tidak bisa kuliah hanya karena alasan tidak ada biaya.
“Program KIP Kuliah ini adalah bentuk kehadiran langsung negara serta kepedulian pemerintahan Presiden Jokowi di dunia pendidikan. Berdasarkan amanah Presiden, jangan sampai ada generasi muda bangsa yang tidak bisa kuliah hanya karena alasan biaya. Olehnya itu dihadirkan program KIP-Kuliah, termasuk juga pembebasan UKT baik di kampus negeri maupun kampus swasta,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk kampus swasta pengusulan dan penyalurannya melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).
“Untuk penyaluran KIP-Kuliah bagi kampus swasta, itu melalui LLDikti wilayah masing-masing. Dari LLDikti selanjutnya didistribusikan ke kampus-kampus swasta. Makanya saya juga sudah berkoordinasi dengan LLDikti wilayah IX Sulawesi di Makassar kemarin,” ungkapnya.
Di akhir keterangan persnya, ia berharap ada perhatian lebih kepada kampus-kampus di Indonesia Timur.
“Kami juga akan coba mendorong agar pemerintah meningkatkan perhatiannya kepada kampus-kampus di wilayah Indonesia Timur. Karena kita tahu, mahasiswa-mahasiswa yang kuliah di sini mayoritas berasal dari keluarga kurang atau tidak mampu. Alhamdulillah, UHO menjadi salah satu kampus yang masuk 10 top perguruan tinggi penerima KIP-Kuliah,” tutupnya. (*)
Regional 15 Juli 2026 15:46
