REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Selatan dimonopoli oleh kredit produktif dengan 52,88 persen dari total penyaluran kreditnya sepanjang Januari 2026.
Dari penyaluran kredit produktif tersebut tiga kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan menjadi daerah dengan tingkat penyaluran kredit produktif terbesar. Antara lain, Kota Makassar, Palopo hingga Parepare.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch Muchlasin mengungkapkan, penyaluran kredit produktif di industri perbankan mencapai Rp91,50 triliun dari total kredit sebesar Rp173,03 triliun. Sementara, secara share-nya terdapat tiga daerah dengan kontribusi penyaluran kredit produktif terbesar.
Baca Juga : Keberadaan KDMP Dinilai Akan Perkuat Ekonomi Warga Gowa
Pertama, Kota Makassar sebesar 52,16 persen atau mencapai 47,517 triliun sepanjang Januari 2026. Sementara, di periode yang sama 2025 sebesar 43,315 triliun. Kedua, terjadi di Kota Palopo dengan jumlah penyaluran kredit di sektor produktif pada Januari 2026 sebesar Rp6,418 triliun dengan share 7,05 persen.
Adapun daerah ketiga yakni di Kota Parepare dengan share penyaluran kredit produktifnya mencapai 4,15 persen atau mencapai Rp3,79 persen.
“Ini tentunya menandakan bahwa adanya penguatan sektor rill dan pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh ekspansi usaha, peningkatan produksi, serta penciptaan lapangan kerja,” ungkapnya, dalam keterangan resminya, kemarin.
Baca Juga : Ini Tips dari PLN untuk Hitung Komponen Pembayaran Listrik dan Atur Pola Pemakaian
Selain itu juga mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat jauh lebih baik dari tahun ke tahun, termasuk pada kepercayaan pelaku bisnis terhadap prospek keuntungan di masa depan.
Muchlasin menambahkan, sementara tiga daerah di Sulawesi Selatan dengan jumlah penyaluran kredit produktif terkecil yakni Kabupaten Luwu sebesar Rp62,76 triliun atau dengan share 0,07 persen, sementara di Kabupaten Toraja Utara yakni Rp76,24 triliun dengan share 0,08 persen.
Adapun daerah lainnya yakni Kepulauan Selayar dengan share 0,35 persen atau sebesar Rp315 triliun. Kemudian, di sisi lain kredit konsumtif juga masih mencatatkan pertumbuhan yang tinggi yaitu sebesar 8,08 persen dengan share 47,12 persen dari total penyaluran kredit atau sebesar Rp81,53 triliun.
