0%
logo header
Senin, 30 Maret 2026 14:47

Museum Balla Lompoa Jadi Bukti Gowa Daerah Kebudayaan

Chaerani
Editor : Chaerani
Museum Balla Lompoa Kabupaten Gowa yang terletak di Jalan KH. Wahid Hasyim, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu. (Foto: Chaerani / Republiknews.co.id)
Museum Balla Lompoa Kabupaten Gowa yang terletak di Jalan KH. Wahid Hasyim, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu. (Foto: Chaerani / Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Kabupaten Gowa dikenal sebagai daerah yang sarat nilai peradaban dan kekayaan budaya.

Hal ini salah satunya dibuktikan dari banyaknya destinasi wisata budaya yang dimiliki daerah berjuluk Butta Bersejarah ini. Selain itu, keberadaan Kabupaten Gowa memiliki warisan sejarah yang patut dijaga dan diperkenalkan kepada generasi mendatang. Salah satu ikon penting tersebut adalah Museum Balla Lompoa.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa, Ary Mahdin Asfar mengungkapkan, keberadaan Museum Balla Lompoa memperkuat identitas Gowa sebagai pusat kebudayaan. Apalagi, selain Museum Balla Lompoa, daerah ini juga memiliki situs bersejarah lain seperti Makam Syekh Yusuf dan Bungung Lompoa Ri Bajeng.

Baca Juga : DM Harap Pemprov Sulsel Tak Kurangi Anggaran Penanganan Stunting dan Kemiskinan di Gowa

“Seluruh peninggalan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah yang harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus agar tidak terputus oleh zaman,” terangnya, dalam pertemuan Dialog Kebudayaan yang digelar Angkatan Muda Syekh Yusuf Al-Makassari (AMSY), di Museum Balla Lompoa, kemarin.

Lanjut Ary, upaya pelestarian terus dilakukan, salah satunya dengan menjadikan Museum Balla Lompoa sebagai pusat pembelajaran sejarah dan budaya. Selain itu, museum ini juga difungsikan sebagai ruang untuk berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan.

“Dengan langkah tersebut, nilai-nilai warisan leluhur Gowa diharapkan tetap terjaga dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” tegasnya.

Baca Juga : Mitigasi Kekeringan, Bupati Sidrap Intensifkan Koordinasi dengan Kementan RI

Termasuk, di tengah pesatnya kemajuan teknologi modern, tantangan terbesar adalah bagaimana menjaga agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai sejarah lokalnya. Olehnya, menjadi hal penting untuk menjaga keberadaan museum sebagai sumber edukasi dan identitas budaya.

“Kita harus memaknai bahwa Museum Balla Lompoa bukan sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga simbol perjalanan panjang peradaban Gowa. Karena itu, pelestarian museum menjadi tanggung jawab bersama agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan diwariskan dari masa ke masa,” tutup Kadisparbud Gowa.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646