REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI — Soal pernyataan warga terkait pangkalan nakal di Desa Saukang yang diduga mengecer ke warga, Kepala Dinas perdagangan, Perindustrian Energi dan Sumber Daya Mineral kabupaten Sinjai, Ramlan Hamid akan melakukan penindakan.
“Jika memang terbukti, pangkalan tersebut akan kita laporkan ke agennya agar diberi sanksi tegas agar mendapatkan efek jera,” tegasnya saat ditemui di Ruang Kerjanya.
Menurutnya, jika persoalan kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg di Desa Saukang itu tidak benar dikarenakan pasokan tabung gas Elpiji 3 kg di Sinjai mempunyai jatah ribuan setiap harinya dan untuk Kouta sinjai 12 mobil perhari dengan muatan 560 biji jadi totalnya 6.720 perhari.
“Ini juga menjadi persoalan besar karena Tabung Gas Elpiji 3 kg bersubsidi itu khusus untuk warga miskin sehingga penggunaannya tidak tepat sasaran, jadi saya pernah mengusulkan agar gas melon bersubsidi dihapuskan subsidinya sehingga tidak menjadi polemik di kalangan masyarakat namun kementrian menolak,” katanya.
Sebelumnya, Salah satu warga Desa Saukang, Awaludin Adil, sangat merasakan sulitnya keberadaan Tabung Gas Rlpiji 3 kg, dari beberapa toko pengecer yang didatanginya hanya didapatkan tabung kosong.
“Saya sudah datang di beberapa toko pengecer tabung gas 3 kg di Saukang tapi semua tabungnya kosong dan katanya pangkalan tidak pernah menyuplai ke toko-toko,” ucapnya, Minggu (20/09/2020) kemarin.
Menurutnya, para pemilik toko di Desa Saukang tidak tahu jika ada pangkalan khusus di Desa Saukang yang wajib menyuplai tabung melon ke toko dan bahkan pangkalan tersebut diduga menjual di luar Desa Saukang.
“Harganya ecerannya pun naik yang biasa Rp. 20 ribu kini menjadi Rp. 24 ribu, saya berharap kepada pemerintah untuk mengevaluasi pangkalan nakal dan meminta agen mencabut izin pangkalannya,” kuncinya. (Anto)
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646
