0%
logo header
Sabtu, 19 September 2020 15:35

Pembangunan Masjid Raya Watampone, Rio: ‘Celengan Galon’ Jadi Solusi Jika Pemerintah Enggan Berkontribusi

La Saddam
Editor : La Saddam
Pembangunan Masjid Raya Watampone, Rio: ‘Celengan Galon’ Jadi Solusi Jika Pemerintah Enggan Berkontribusi

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE – Pembangunan Masjid Raya kota Watampone yang berlokasi di kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang terbengkalai pembangunannya dikeluhkan warga.

Rio sang penggagas “Celengan Galon” dalam keteranganya kepada republiknews.co.id, Jumat(18/09/2020), menyampaikan bahwa pembangunan masjid raya sudah terbengkalai proses pembangunannya selama lima tahun ini, memotivasinya untuk menggalang dana agar Mesjid Raya Watampone rampung.

“Motivasiku ini gagas ‘Celengan Galon’, ayo kita sama-sama membantu, agar masjid ini bisa terbangun karena sudah waktunya mi, dan lima tahun mi terbengkalai,” ucapnya.

Kegiatan ‘Celengan Galon’ yang sudah berlangsung beberapa pekan terakhir ini telah mengumpulkan banyak sumbangan dari berbagai kalangan, dan Rio harus berjuang ekstra agar kelak sumbangan yang terkumpul mampu menopang biaya pembangunan yang tidak sedikit ini.

“Alhamdulillah semua donasi saya D.O dulu, sudah dua minggu mi ini saya fokuskan ke semen dulu, dan sudah dua tahap sampai dengan hari ini kamis (18/09/2020) dengan total 76 sak semen, kalau pemerintah benar-benar ingin membangun saya serahkan mi ini nota D.O nya, nda tau siapa yang mau bangun ini pemerintah kah atau masyarakat kah,” ucapnya.

Rio berharap ‘Celengan Galon’ rampung tahun ini. Namun karena pembangunan Masjid Raya memakan biaya yang tidak sedikit, maka dia menargetkan ‘Celengan Galon’ akan terus berlanjut sampai Masjid rampung dibangun.

“Celengan Galon ini berlanjut sampai tercapai tujuan, karena ini untuk Masjid Raya bukan dana sedikit, dan semoga tahun ini tujuan itu tercapai. Alhamdulillah sudah banyak warga yang siap berjuang, maksudnya suku bugis dan mudah mudahan masyarakat bugis bersatu untuk bangun ini masjid. Kita ji yang suku bugis dan jangan mi dari “mereka”, karena sudah mi berjanji tapi tidak ada bukti dan itulah mereka”, ungkap Rio kesal.

Pria yang sehari harinya bekerja sebagai penambal ban jasa cuci motor ini bersyukur karena ada saudara sesama suku bugis yang bersedia membantu gerakan ini dengan membuka posko nelayan yang berdomisili di Kalimantan.

“Semoga selesai tahun ini donasi, karena cukup mi itu 6 tahun terbengkalai kalau sampai lanjut tahun depan, dan alhamdulilah adami dua posko yang peduli kodong, yang pertama itu di tempatku (pangkalan cuci motor) dan yang kedua itu di Kalimantan dan yang bikin posko disitu 𝘗𝘢𝘣𝘣𝘢𝘨𝘢𝘯𝘨 (nelayan), yang karena naliat postinganku dan mudah mudahan dananya sudah masuk minggu ini” tuturnya.

Sebelum mengakhiri pembicaraan, Rio berharap agar masjid ini terbangun dan dipergunakan sedia kala.

“Saya kodong mauja liat ini masjid terbangun dan kita pake sama-sama, saya ini warga kecil ja, ayo sama samaki bangun ini masjid ta”. tutup Rio dengan nada suara berharap. (Ashar Abdullah)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646