0%
logo header
Kamis, 09 Juli 2020 21:31

Pembangunan Proyek MNP Ditolak Masyarakat, Pelindo IV: Sudah Sesuai Prosedur

La Saddam
Editor : La Saddam
Pembangunan Proyek MNP Ditolak Masyarakat, Pelindo IV: Sudah Sesuai Prosedur

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Proyek Pembangunan Strategis Nasional Makassar New Port (MNP) tahap II kembali dihadang massa, sebabnya adalah perusahaan tambang PT. Royal Boskalis diklaim tak memiliki izin dalam melakukan pengerjaan. Tapi hal tersebut dibantah pihak Pelindo IV.

“Royal Boskalis memiliki izin resmi dari Pemerintah, bahkan, lokasi penambangan sudah sesuai ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) No 2 Tahun 2019 tentang Rencana Zonasi dan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau kecil Provinsi Sulsel,” kata Arwin, Senior Manager Fasilitas Pelabuhan Pelindo IV saat konferensi pers, Selasa (07/07/2020) lalu.

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan MNP juga telah mengantongi keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 177 Tahun 2010 Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

Baca Juga : Kadis Pendidikan Buteng Ajak Semua Pihak Tingkatkan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini

Tak sampai disitu, menurut Arwin, proyek MNP juga berorientasi lingkungan dan fokus terhadap mitigasi atau ramah lingkungan, yakni sistem konstruksi yang memperkuat ekosistem laut, sebagai barrier terhadap sedimentasi Sungai Tallo, pengaman bagi daerah pesisir pantai di sekitarnya, menggunakan tenaga kerja lokal dan Greenport.

Terkait pemakaian material pasir laut, Arwin mengatakan bahwa kegiatan itu juga dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

“Mulai Kelayakan Lingkungan, Perizinan, CSR, hingga Pengawasan dan lainnya. Kami selalu berupaya untuk mengikuti prinsip taat aturan,” pungkasnya.

Baca Juga : Hadiri Penamatan TK Sekecamatan Mawasangka, Ini Pesan Ketua TP-PKK Buteng

Sebelumnya, Nelayan bersama NGO melakukan aksi penolakan terhadap Proyek tersebut karena dianggap tak memiliki izin. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646