0%
logo header
Rabu, 18 Agustus 2021 23:04

Pemkab Gowa Gandeng BPJS Kesehatan Tingkatkan Ketersediaan Faskes

Pemkab Gowa Gandeng BPJS Kesehatan Tingkatkan Ketersediaan Faskes

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA – Pemerintah Kabupaten Pemkab Gowa akan memaksimalkan peningkatan layanan kesehatan dengan meningkatkan jumlah ketersediaan fasilitas layanan kesehatan atau faskes rujukan. Rencana ini pun akan dilakukan dengan menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni mengaku, hal ini perlu didorong sebab menurutnya bidang kesehatan menjadi salah satu program prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Gowa di tahun ini. Salah satunya dengan membangun Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Bontonompo.

Rumah sakit ini nantinya akan mengcover beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Gowa, seperti Kecamatan Bontonompo Selama, Bajeng, Bajeng Barat, Barombong bahkan kabupaten tetangga seperti Kabupaten Takalar.

Baca Juga : Beredar Pamflet KLB PC PMII Baubau, Ketua Komsat PMII UMB: Itu Mengada-ngada

“Selain membangun rumah sakit baru, Pemerintah Kabupaten Gowa juga melakukan peningkatan kapasitas maupun fasilitas puskesmas-puskesmas yang ada di Kabupaten Gowa,” katanya, Rabu (18/08/2021).

Sementara, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar dr. Greisthy mengatakan, peningkatan jumlah fasilitas kesehatan khususnya faskes rujukan memang perlu dilakukan. Menurutnya faskes yang ada sekarang belum mencukupi kebutuhan layanan kesehatan bagi Masyarakat Kabupaten Gowa.

“Inilah yang kami bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk bisa merencanakan sampai 2022 nanti sekiranya bisa ada penambahan tempat tidur untuk faskes rujukan ataukah akan ada penambahan faskes rujukan yang baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Gowa,” ujarnya.

Baca Juga : Wabup Gowa Minta Layanan Koperasi Melek Teknologi

Apalagi kata dr Greisthy dari total jumlah penduduk Kabupaten Gowa berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil semester 2 2020 yaitu sebanyak 763.387 jiwa dan yang sudah menjadi peserta JKN sebanyak 677.471 jiwa atau sudah mencapai 88,75 persen.

Secara terinci, dirinya meyebutkan segmen peserta untuk PBI APBN yang dibayarkan oleh pemerintah pusat sebanyak 333.820 jiwa, PBI APBD yang dibayarkan oleh Pemkab Gowa sebanyak 130. 423 jiwa, pekerja penerima upah, seperti PNS, pejabat daerah, anggota dewan, pegawai swasta, TNI-Polri sebanyak 133.065 jiwa, kemudian peserta Mandiri kelas 1 sampai 3 sebanyak 100.379 jiwa dan yang bukan pekerja ada 9.784 jiwa.

“Jumlah kepesertaan ini dan memang kalau kami melihat dengan jumlah ketersediaan faskes rujukan di kabupaten Gowa itu belum mencukupi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Gowa dari sisi ketersediaan tempat tidur,” lanjutnya.

Baca Juga : Kabupaten Gowa Jadi Lokasi Pelaksanaan KKN Mahasiswa Muhammadiyah dan Aisyiyah di Indonesia

Olehnya kedepan, jika Pemkab Gowa akan menambah faskes baru atau rumah sakit baru dirinya menyarankan agar diprioritaskan pada tempat-tempat yang wilayahnya cukup jauh untuk menjangkau aksesibilitas fasilitas kesehatan dan yang memiliki penduduk yang banyak.

“Sehingga apa yang diterima itu akan lebih komprehensif lagi dan lebih lengkap, sehingga tidak perlu lagi masyarakat Gowa itu dirujuk ke Makassar. Jadi betul-betul memang pelayanan yang tepat secara tuntas dan pelayanan dapat diterima oleh masyarakat,” tegasnya. (Rhy)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 852-9999-3998