0%
logo header
Jumat, 18 Mei 2018 14:02

Pemkot Gelar Taraweh di Kantor Balaikota Makassar, Ini Pesan Deng Ical

Pemkot Gelar Taraweh di Kantor Balaikota Makassar, Ini Pesan Deng Ical

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), mengadakan shalat taraweh berjamaah, di halaman Kantor Balaikota Makassar, kamis (17/05/2018) malam. Salat taraweh ini merupakan agenda rutin Pemkot Makassar selama bulan suci ramadhan.

Shalat taraweh ini dipadati ratusan jamaah mulai dari jajaran kepala SKPD, staf Pemkot Makassar maupun warga dari berbagai penjuru kota Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Deng Ical berpesan kepada seluruh jamaah salat taraweh terutama jajaran ASN Pemerintah Kota Makassar, agar menjadikan momentum ramadhan ini untuk bermuhasabah dan bercermin diri.

Baca Juga : Delapan Tahun Kepemimpinan Adnan-Kio: Momen Tuntaskan Janji

“Ramadhan kali ini tentunya, selain kita jadikan sebagai momentum untuk bermuhasabah, juga untuk mengukur apakah kita sudah mampu mengaplikasikan sifat-sifat Siddiq, Tabliq dan Amanah bahkan sifat-sifat Fatanah Rasul yang mesti mewarnai dalam penyelenggaran pemerintahan di kota Makassar,” tuturnya.

Menurutnya, sebagai Aparatur Sipil Negara tentu saja kita memiliki tugas dan tanggungjawab yang lebih di banding dengan masyarakat biasa.

“Kita ini semua yang menentukan apakah konteks kebudayaan, karekater dan sifat sifat orang bugis Makassar yang terkenal dengan islamiyahnya ini dapat di aplikasikan dalam konteks penyelenggaran pemerintahan,” jelasnya.

Baca Juga : OJK Komitmen Perkuat Industri BPR

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2016 kemarin lembaga Maa’rif Institut telah melakukan penelitian tingkat keislaman dari 29 kota yang ada di Indonesia, Makassar berada di peringkat paling bawah dalam nilai nilai keislamannya.

Padahal kata Deng Ical, Makassar itu dikenal dengan kota paling islami dengan rasio masjid yang paling tinggi dibanding dengan kota-kota lainnya.

“Tetapi dari hasil penelitian Maa’rif institut ternyata Makassar kota yang paling tidak islami penduduknya,” katanya

Baca Juga : Bupati Gowa: Pengembangan Kawasan Mamminasata Pacu Ekonomi Daerah

Alasannya, karena ternyata kita menjadikan nilai nilai islam itu tidak di praktekan dalam kehidupan sehari hari.

“Yang pintar mengaji dan mengikuti sifat sifat rasulullah, hanya dipakai didalam rumah tapi tidak dalam pergaulan, profesinya dalam aparatur sipil negara (ASN), sehingga ini penting untuk kita ketahui,” tutupnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646