0%
logo header
Sabtu, 21 Januari 2023 00:28

Petani di Bone Menjerit, Pupuk Langka Saat Musim Tanam

Ilustrasi Pupuk Subsidi. (Istimewa)
Ilustrasi Pupuk Subsidi. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE — Ketersediaan pupuk bersubsidi banyak dikeluhkan para petani di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kelangkaan pupuk itu telah dialami petani sejak memasuki musim tanam hingga saat ini.

Akibatnya, petani harus mengeluarkan ongkos lebih besar saat musim tanam ini. Sebab, meraka terpaksa membeli pupuk nonsubsidi yang harganya tinggi.

Hal itu dirasakan petani di Kelurahan Toro Kecamatan Tanete Riattang Timur, Alimuddin, ia mengatakan memasuki musim panen ketersediaan pupuk subsidi makin menipis bahkan sulit untuk diperoleh. Kata dia, jatah pupuk subsidi yang diperoleh sejak tahun lalu belum cukup.

Baca Juga : Puluhan Residen dan WBP Rehabilitasi Lapas Watampone Ikut Kelas Konseling

“Kami mengeluhkan ketersediaan pupuk subsidi yang terjadi selama ini, tiba saatnya musim tanam namun kami harus menghadapi kondisi seperti ini, untung masih ada sisa pupuk dari tahun kemarin  kami gunakan, meskipun itu belum cukup,” kata Alimuddin, Kamis (19/01/2023) kemarin.

Menurut Ketua Kelompok Tani tersebut, harga pupuk nonsubsidi mencapai Rp 300 ribu per sak. Itu artinya dua kali lipat dari harga pupuk subsidi. Namun, petani dipaksakan dengan kondisi itu. “Daripada gagal panen, tapi kalau begini terus biaya produksi semakin membengkak,” katanya.

Alimuddin mengatakan, persoalan sulitnya mendapatkan bantuan pupuk subsidi dari pemerintah justru kerap terjadi saat musim tanam padi. Dirinya berharap untuk segera ada solusi.

Baca Juga : Edukasi Pelajar Melek Hukum, Kejari Bone Gelar Penyuluhan di SMA 2

Kata dia, program pemerintah saat ini hanya berfokus pada praktek pengembangan dan penanaman padi. Namun justru lupa program ketersediaan pupuk.

“Bukan program menanam padi yang dibutuhkan petani karena walaupun tidak ada program seperti ini petani sudah tahu yang namanya menanam padi, yang dibutuhkan sekarang adalah pupuk, banyak petani yang mengeluh akibat kelangkaan pupuk subsidi,” jelasnya.

Sampai saat ini, petani juga belum mendapatkan kepastian dari dinas setempat terkait distribusi tambahan pupuk subsidi. Oleh sebab itu, mereka berharap pemerintah segera turun tangan memberikan bantuan kepada petani untuk dapat mengakses pupuk dengan harga murah di musim tanaman dan tidak sulit.

Baca Juga : Terbukti Rampok Uang Negara Rp 635 Juta, Mantan Kepala Desa di Bone Divonis 4 Tahun Penjara

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, H.A. Asman Sulaiman yang dikonfirmasi belum memberikan jawaban mengenai hal itu. Pesan maupun panggilan seluler yang disampaikan belum dijawab.

Sekedar informasi sebelumnya, H.A. Asman Sulaiman bersama warga Desa Mappesangka Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone menggelar tandur bareng (menanam padi) di daerah irigasi Dekko di desa setempat.

Kegiatan itu dilakukan untuk membangkitkan semangat kalangan warga agar mencintai pekerjaan di sektor pertanian. Andi Asman mengatakan, program tersebut digulirkan dengan mengajak petani menanam dan memanen padi sebanyak empat kali dalam setahun pada lahan yang sama.

Penulis : Irham
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646