REPUBLIKNEWS CO.ID, MAKASSAR — Ditengah pendemi Covid-19 yang melanda Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan ada 12.197 orang harus kehilangan pekerjaan yang disebabkan oleh Covid-19.
Dan ada 970 perusahaan yang harus terdampak disebabkan oleh penyebaran covid-19 khususnya di 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan.
Sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas) Sawedi Muhammad, yang menanggapi hal tersebut mengatakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) memang sangat susah dihindari dimasa pandemi.
Baca Juga : Bupati Gowa: Aspirasi Perempuan Perlu Diwujudkan dalam Program Nyata
Namun pemerintah Provinsi hingga Kabupaten/Kota harus berjibaku mencarikan solusi agar tidak terjadi keresahan bagi warga Sulawesi Selatan yang di PHK dan dirumahkan ditengah pandemi kata Sawedi.
“Kalau tidak segera dicarikan solusinya, maka keresahan sosial akibat PHK bukan tidak mungkin menjadi kerusuhan sosial berskala besar yang susah dikendalikan,” tulis Sosiolog Unhas ini, saat digubungi republiknews.co.id, melalui pesan WhatsApp, Rabu (22/04/2020).
Ia mengatakan bahwa pandemi, peran sentral pemerintah dimasa krisis akan menjadi ringan apabila pemerintah mampu menggerakkan seluruh potensi yang ada di masyarakat terutama memenuhi kebutuhan logistik.
Baca Juga : Bupati Gowa Lantik 124 Pejabat, Harap Kedepankan Bekerja Loyal dan Profesional
“Harus tampil meyakinkan publik bahwa layanan kesehatan pendidikan dan distribusi logistik akan dijamin oleh negara di masa pandemi,” katanya.
“Di Sulsel kan ada nilai-nilai lokal ‘mali siparappe, sipatuo sipatokkong’ Nilai lokal ini dapat menjadi penopang munculnya solidaritas sosial, saling menolong disaat pandemi berlangsung, dan pendataan stok pangan dan kebutuhan pokok lainnya harus segera dilakukan. Ketersediaan logistik adalah keharusan utama,” tambahnya. (Thamzil)
