Pilwali Makassar 2020, Yugo : Ban Bocorpun Danny Susah Dapat

0
Yusuf Gunco (Yugo) dan Moh. Ramdhan (Danny) Pomanto.

REPUBLIKNEWS.CO.ID.MAKASSAR — Ketua DPD Partai Berkarya Kota Makassar, Yusuf Gunco (Yugo) sangat meyakini, jika Moh Ramdhan Pomanto alias Danny tidak akan ikut bertarung saat pemilihan wali kota Makassar.

Bahkan Yugo siap bertaruh terkait hal itu. Pria yang juga berprofesi sebagai advokad juga menulis sebuah tautan di akun facebooknya ” Siapa mau sewa, Danni (Moh Ramdhan Pomanto.red) tidak bisa masuk calon karna tidak memenuhi syarat ” tulis Yugo.

Saat dikonfirmasi, Yugo tak membenarkan jika tautan tersebut. Alasan dirinya sangat yakin jika mantan wali kota Makassar Danny Pomanto tak ikut bertarung karena, partai yang mengeluarkan rekomendasi saat ini baik Nasdem dan Gerindra bukan format B1 KWK.

” Pak Danny cuma pegang dua partai. Nasdem dan Gerindra, kalau salah satu partai mencabut diri dari pak Danny, yakin pak Danny tidak memenuhi syarat karena tidak cukup 10 kursi. Dan indikasi ke situ sudah ada,” ungkap Yugo, kepada republiknews.co.id Senin (13/07/2020).

Yugo menambahkan, saat ini manuver Erwin Aksa meyakinkan Gerindra untuk mengusung Munafri Arifuddin tak bisa dianggap remeh. Aplagi Erwin Aksa punya kedekatan khusus dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

” Manuver tokoh politik kan pada berjalan ini. Jadi ya kalau saya, Danny harus ada ban serep. Ban serep yang dimaksud ialah ada partai lain selain dua partai ini,” jelasnya.

” Tapi kalau melihat kondisi sekarang, jangankan ban serep, ban bocor saja susahmi Danny dapat,” tutup Yugo.

Terpisah, bakal calon wali kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menanggapi santi hal itu, dan tak ingin menanggapi apa yang diunggah Yusuf Gunco di media sosial.

“Biasa itu, kan ada tong orang yakin sama informasi yang dia terima manna mamo informasi warung kopi tidak apa apa. Nanti kita lihat mana yang omong kosong mana yang benar,” kata pria yang akrap disapa Danny itu.

Dia menambahkan, dirinya sudah punya pengalaman pahit dipilkada 2018 yang lalu, dimana partai pengusungnya dibegal oleh salah satu kandidat kala itu. ” Saya yang harusnya paling gelisah jika itu benar, kita lihat nanti lah. Saya tidak mau tanggapi yang begituan,” tegasnya.

Dirinya mengakui, jika saat ini memang ada pihak yang menginginkan dirinya tak ikut bertarung, namun Danny tak menjelaskan lebih jauh terkait siapa kelompok yang berupaya melakukan pencekalan.

” Tidak dipungkiri itu. Kan ada memamerkan pembegalan, ada memamerkan rekaman, ada memamerkan fitnah. Tapi biarlah masyarakat yang menilai itu,” tutup Danny.(*)

Tinggalkan Balasan