0%
logo header
Kamis, 24 Februari 2022 20:05

Polisi dan Dinas Perdagangan di Bulukumba Temukan Ratusan Stok Minyak Goreng Dalam Gudang

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Kepolisian dan Dinas Perdagangan di Bulukumba melakukan sidak minyak goreng. Dalam sidak ditemukan ratusan stok minyak goreng dalam gudang PT Mahameru, Kamis (24/02/2022). (Dok. Pribadi)
Kepolisian dan Dinas Perdagangan di Bulukumba melakukan sidak minyak goreng. Dalam sidak ditemukan ratusan stok minyak goreng dalam gudang PT Mahameru, Kamis (24/02/2022). (Dok. Pribadi)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BULUKUMBA — Merespon keluhan masyarakat soal kelangkaan minyak goreng, dinas perdagangan dan kepolisian di kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Kamis (24/02/2022).

Dalam sidaknya, petugas gabungan menemukan sebuah gudang berisi ratusan pack minyak goreng kemasan 1 dan 2 liter yang masih tersimpan rapi.

Gudang tersebut merupakan milik PT. Mahameru Bulukumba yang terletak di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Loka, Kecamatan Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba.

Baca Juga : Sempat Kabur ke Morowali, Pelaku Penikaman di Bulukumba Dibekuk Polisi

Terdapat kurang lebih 360 pack minyak yang terdiri dari pack kemasan 1 liter dan pack kemasan dua liter yang masih tersimpan di gudang tersebut.

Namun, pengelola gudang bernama Jamil mengatakan stok terbatas bukanlah penimbunan.

Dia menjelaskan bahwa minyak yang masih tersisa itu lantaran pihak membatasi penjualan minyak ke toko atau pengecer.

Baca Juga : Polres Bulukumba Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis di Mariorennu, Pelakunya Anak Kandung Sendiri

“Sistem penyalurannya ke toko-toko itu per dua Minggu, perusahaan batasi karena suplai minyak dari produsen juga terbatas, ini kami lakukan juga agar minyak terdistribusi secara merata ke pengecer,” terang Jamil.

Selain di gudang tersebut, sidak juga dilakukan di PT Wira Eka Persadatama yang terletak di Jalan Kusuma Bangsa Kelurahan Caile Kecamatan Ujungbulu Kabupaten Bulukumba.

Di gudang tersebut stok minyak kosong bahkan sejak sepekan yang lalu. Menurut pengelola, minyak telah habis terdistribusi ke toko-toko, sementara sampai saat ini belum ada suplai dari pemasok.

Baca Juga : Gaduh Isu Tambang Ilegal, Polisi Buru Pemilik Akun “Viral Bulukumba”

Kepala Dinas Perdagangan Bulukumba, Munthasir Nawir di sela-sela sidak menjelaskan bahwa sidak tersebut digelar untuk mengantisipasi adanya penimbunan minyak goreng.

“Belakangan ini masyarakat mengeluhkan kelangkaan dan mahalnya minyak goreng maka dari itu kami melakukan sidak ke distributor,” ungkapnya.

Munthasir Nawir juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan menggandeng distributor minyak goreng untuk melakukan operasi pasar.

Baca Juga : Duduk Perkara Kasus AKP ARM: Dugaan Penganiayaan Bermula dari Penyerangan Rumah Orang Tua

“Jadi distributor ini kami akan ajak untuk melakukan operasi pasar, ini juga sebagai upaya dalam menjawab persoalan kelangkaan minyak,” tandasnya.

Diketahui, kelangkaan dan harga minyak goreng yang mahal dikeluhkan masyarakat tidak terkecuali di Kabupaten Bulukumba.

Seperti yang dirasakan oleh Hj. Hamsina salah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Melati, Caile, Kecamatan Ujungbulu, menurutnya beberapa hari belakangan ini ia kesulitan mendapatkan minyak goreng.

Baca Juga : Duduk Perkara Kasus AKP ARM: Dugaan Penganiayaan Bermula dari Penyerangan Rumah Orang Tua

“Kalaupun ada yang saya dapat, tapi harganya mahal, untuk kemasan 2 liter biasa saya beli 30 ribu, tapi sekarang sudah 39 ribu itupun langka,” keluhnya kepada awak media.

Sementara, penelusuran Republiknews.co.id di Pasar Sentral, memang sangat jarang ditemui pedagang yang menjual minyak goreng apalagi dengan harga subsidi yang ditetapkan pemerintah.

Isna salah satu pedagang yang ditemui mengatakan bahwa memang sudah hampir sebulan ia tidak mendapatkan suplai minyak goreng.

Baca Juga : Duduk Perkara Kasus AKP ARM: Dugaan Penganiayaan Bermula dari Penyerangan Rumah Orang Tua

“Tidak ada memang pak, sudah hampir satu bulan. Ini yang tersisa minyak goreng stok lama makanya mahal pak,” ungkapnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646