0%
logo header
Rabu, 23 November 2022 21:54

Realisasi Penyerapan Pemeliharaan Museum Balla Lompoa Disparbud Gowa Terbaik Ketiga

Chaerani
Editor : Chaerani
Museum Balla Lompoa Kabupaten Gowa berlokasi di Jalan KH. Wahid Hasyim, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu. (Chaerani/Republiknews.co.id)
Museum Balla Lompoa Kabupaten Gowa berlokasi di Jalan KH. Wahid Hasyim, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu. (Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Realisasi penyerapan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik terkait pemeliharaan Museum Balla Lompoa yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa mendapatkan predikat terbaik ketiga.

DAK non fisik dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) mampu diserap hingga 100 persen. Selain Kabupaten Gowa, daerah lainnya yang dinilai berhasil menggunakan dana bantuan tersebut yakni Kabupaten Cirebon, sebagai terbaik pertama, dan Kabupaten Kuningan sebagai terbaik kedua.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa Tenriwati Tahri mengatakan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kemampuan pengelolaan anggaran dalam mengelola anggarannya.

Baca Juga : Hadiri PAW Misbahuddin, Adnan: Pemerintah-DPRD Harus Jalin Kolaborasi

“Capaian ini juga tidak terlepas dari kerjasama yang baik antara segenap jajaran Disparbud Kabupaten Gowa. Mereka telah berupaya maksimal melaksanakan kegiatan sesuai dengan juknis, sehingga terlaksana sesuai perencanaan yang telah ditetapkan,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (23/11/2022).

Selain itu, sistem pembelanjaan barang dan jasa yang telah diberlakukan saat ini menerapkan sistem digitalisasi. Sehingga mengharuskan seluruh pengelola anggaran mampu mengetahui hal tersebut.

“Kami memang secara perlahan mendorong seluruh pegawai yang ada di lingkup Disparbud Kabupaten Gowa untuk cakap digital agar mereka bisa mengikuti sistem digital yang akan di mulai diterapkan pada sistem pemerintahan yang ada,” terangnya.

Baca Juga : PMD Gowa Dorong Peran Kades Maksimalkan Pengelolaan Pemerintahan

Belum lagi, kondisi dan situasi saat ini memang mengharuskan agar setiap ASN memiliki kompetensi yang baik. Termasuk dalam memahami perkembangan digitalisasi pada kegiatan pemerintahan.

“Kedepannya seluruh pihak perlu kita butuhkan kerjasamanya agar bagaimana penyerapan bantuan DAK mampu direalisasikan dengan baik dan maksimal. Termasuk merealisasikan dengan sangat transparan,” harap Tenriwati yang juga mantan Kabag Umum Sekretariat Kabupaten Gowa ini.

Sementara, Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kabupaten Gowa Ikbal Thiro mengatakan, sejak tiga tahun Disparbud Gowa melalui Bidang Kebudayaan menerima bantuan DAK non fisik dari Kemendikbud Ristek. Di tiga tahun itu pun realisasi serapan anggarannya mencapai 100 persen.

Baca Juga : Market Day POS TKIT Afisgo, Jajakan Ragam Makanan dan Minuman Sehat

“Kemendikbud Ristek memang mengharapkan realisasinya 100 persen,” katanya.

Ia menilai, jika anggaran tersebut tidak diserap atau digunakan sesuai target artinya instansi yang diberikan bantuan dinilai gagal. Bahkan dinilai tidak membutuhkan anggaran tersebut, sehingga kedepan bagi daerah-daerah yang realisasi serapannya dibawah 99 persen itu akan dikurangi dana DAKnya di tahun anggaran berikutnya.

“Inilah juga salah satu alasan mengapa kita menerima anggaran tambahan pada dana DAK tahun depan sebesar Rp100 juta. Jadi selain karena pencapaian kita membawa museum Balla Lompoa naik level dari C ke B juga karena realisasi penggunaannya memenuhi target,” terangnya.

Baca Juga : Integrasi Sistem Digital Didorong Pemkab Gowa Cegah Tindak Pidana Korupsi

Ia mengungkapkan, dukungan anggaran dari DAK non fisik Kemendikbud Ristek untuk biaya operasional museum sejak 2018 lalu. Di mana secara petunjuk teknis (juknis) anggaran yang dialokasikan mengalami peningkatan jumlah setiap tahunnya.

Ia menyebutkan, pada 2018 lalu anggaran yang dialokasikan sekitar Rp450 juta, kemudian pada 2019-2020 meningkat menjadi Rp600 juta, selanjutnya di 2021-2022 meningkat lagi menjadi Rp700 juta. Bahkan di tahun depan atau 2023 mendatang pihaknya masih akan menerima anggaran yang sama sesuai nomenklatur dan juknis yang ada. Jumlah anggarannya pun bertambah menjadi Rp800 juta.

“Allhamdullillah di 2023 nanti berdasarkan hasil standarisasi pihak Kemendikbud Ristek yang dilakukan beberapa bulan lalu itu berhasil menaikkan tipe Museum Balla Lompoa dari tipe C ke tipe B. Sehingga kita mendapatkan award tambahan anggaran di DAK Rp100 juta,” katanya.

Baca Juga : Integrasi Sistem Digital Didorong Pemkab Gowa Cegah Tindak Pidana Korupsi

Untuk pengelolaan dana DAK non fisik ini dialokasikan untuk tiga kegiatan besar. Pertama, kegiatan pemeliharaan koleksi yang ada dalam museum sebesar 30 persen, kemudian kegiatan publik sebesar 50 persen, dan pemeliharaan sarana dan prasarana (termasuk tubuh museum) sebesar 20 persen.

Ikbal mengklaim, dari beberapa meseum yang mendapatkan anggaran pemeliharaan dari Kemendikbud Ristek. Seperti, Museum Kota Makassar, Museum Lagaligo, Museum Karaeng Pattingalloang yang dikelola Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Museum Nekara di Kabupaten Selayar, Museum Pongtiku di Kabupaten Toraja, Museum Daerah Maros dan Museum Lapawawoi di Kabupaten Bone, hanya Museum Balla Lompoa yang dikelola Disparbud Gowa yang mendapatkan predikat terbaik dalam realisasi penyerapan anggaran.

Menurutnya, banyaknya daerah yang tidak sempurna dalam merealisasikan bantuan DAK ini karena adanya sistem baru yakni Sistem Informasi Pembangunan Daerah. Termasuk penentuan standar satuan harga (SSH) yang terkadang sulit diakses. Sementara anggaran DAK secara juknis tentunya mengikuti aturan pemerintah pusat yakni Kemendikbud Ristek.

Baca Juga : Integrasi Sistem Digital Didorong Pemkab Gowa Cegah Tindak Pidana Korupsi

“Untuk menyesuaikan juknis kedalam SIPD pemerintah daerah itu yang masih susah. Sehingga beberapa instansi daerah susah memasukkan nomenklaturnya dimana. Capaian yang berhasil kita raih ini dinilai bisa menyesuaikan dengan sistem yang ada,” terangnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646