Rabu, 02 September 2026 19:21

Respons Keluhan Warga, Tasming Hamid Minta PLN Segera Atasi Pemadaman Bergilir di Parepare

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Ket: Wali Kota Parepare, Tasming Hamid
Ket: Wali Kota Parepare, Tasming Hamid

REPUBLIKNEWS.CO.ID, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, merespons cepat keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik secara bergilir yang terjadi di sejumlah kecamatan di Kota Parepare.

Respons tersebut ditunjukkan dengan menggelar pertemuan bersama pihak PLN ULP Mattirotasi, para camat, serta Direktur PAM Tirta Karajae untuk membahas kondisi kelistrikan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Pertemuan berlangsung di Auditorium BJ Habibie, Kota Parepare, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga : Warga Parepare Bersiap! Joyland Park Hadirkan Wahana Air Portabel Mulai 15 Oktober

Tasming Hamid menjelaskan, pemadaman bergilir tersebut terjadi akibat adanya pekerjaan pemeliharaan infrastruktur kelistrikan di PLTU Jeneponto.

Kondisi itu berdampak terhadap sistem kelistrikan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kota Parepare.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak PLN ULP Mattirotasi. Informasinya bahwa ada pemeliharaan jaringan listrik di PLTU Jeneponto, dampaknya memang ke seluruh wilayah di Sulawesi Selatan termasuk kita di Parepare,” ucap Tasming.

Baca Juga : Dinkes Parepare Imbau Warga Jaga Kesehatan dan Gunakan Masker

Ia berharap masyarakat tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa sembari pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan PLN agar persoalan tersebut dapat segera diselesaikan.

“Kita sudah dengar tadi dari pihak PLN bahwa secepatnya pemadaman bergilir ini segera terselesaikan. Kita tentu berharap kepada masyarakat agar tetap tenang menyikapi kondisi ini dan menjalankan aktivitas seperti biasanya. Karena bukan kali ini saja tapi hampir setiap tahun terjadi dan dapat diselesaikan,” tandas mantan anggota DPRD dua periode itu.

Tasming juga meminta PLN segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat penanganan persoalan kelistrikan sehingga kondisi di lapangan dapat kembali normal.

Baca Juga : BPVP Pangkep Siapkan Pelatihan Lanjutan, Tasming Hamid Minta Warga Parepare Maksimalkan Kompetensi

Sementara itu, Manager ULP Mattirotasi, Adryani, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi pemadaman listrik yang telah berlangsung sekitar tiga hari di wilayah Kota Parepare.

Menurutnya, pemadaman bergilir dilakukan sebagai bentuk pengaturan beban selama berlangsungnya pemeliharaan salah satu infrastruktur kelistrikan di PLTU Jeneponto.

“Jadi penyebab dari pemadaman bergilir ini adalah adanya kegiatan pemeliharaan salah satu infrastruktur kelistrikan di PLTU Jeneponto. Kami sedang melakukan kegiatan pemeliharaan berkala. Maka dari itu kami dari Parepare melakukan pengaturan beban dalam rangka menghindari dampak yang lebih meluas,” jelas Adryani.

Baca Juga : Wali Kota Tasming Hamid Buka Pelatihan Vokasi, Ratusan Warga Parepare Ditempa 13 Kompetensi

Ia menyebut pekerjaan pemeliharaan tersebut diperkirakan berlangsung hingga 5 September 2026. Namun, PLN berupaya agar pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat.

“Estimasi pekerjaan pemeliharaan ini berlangsung sekitar sampai tanggal 5 September nanti, namun kami upayakan tim kami berusaha maksimal bisa selesai lebih cepat. Jadi kami harap dukungan, doa dari masyarakat,” ujarnya.

Adryani sekaligus menepis isu yang menyebut pemadaman listrik terjadi akibat kurangnya debit air di PAM Tirta Karajae.

Baca Juga : Wali Kota Tasming Hamid Buka Pelatihan Vokasi, Ratusan Warga Parepare Ditempa 13 Kompetensi

“Jadi tidak benar isu-isu diakibatkan oleh kurangnya debit air di PAM Tirta Karajae. Tapi ini murni karena adanya pemeliharaan infrastruktur di PLTU Jeneponto,” tandasnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646
Berita Terbaru