REPUBLIKNEWS.CO.ID, BUTON TENGAH — Salah satu Anggota DPRD Buton Tengah, Saal Musrimin Haadi yang juga menjabat wakil ketua Komisi III mengaku geram dan sangat menyayangkan penyegelan kantor DPRD Buton Tengah yang dilakukan masa aksi dari Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra), dan organisasi lain yang menggelar aksi lanjutan di kantor Bupati dan kantor DPRD.
Kepada republiknews.co.id, Saal mengatakan diduga ada gerakan premanisme di DPRD Buton Tengah, Saal menyayangkan gaya para demonstran, ia menyebut LSM yang ia pimpin yaitu laskar samurai siap turun gunung.
“Demo tadi itu sudah gaya premanisme, jangan sampai kami yang cari mereka juga dengan gaya dan gerakan kami sendiri, harusnya cara seperti itu tidak diperagakan di Gedung DPRD,” kata Saal.
Baca Juga : Puluhan Siswa SD Gamaliel Makassar Bergembira di Kids Hotel Adventure Aston
Saal juga mengatakan apa yang disampaikanya mewakili beberapa anggota DPRD yang juga kesal dengan tindakan demonstran. Pihaknya mengaku punya basis dan konstituen, DPRD adalah lembaga negara yang harus dijaga harkat dan martabatnya.
“Kita ini juga pendemo tapi gaya itu sudah keterlaluan dan melewati batas, apalagi informasinya tidak memiliki izin, jadi hati-hati memang, kami juga punya basis dan konstituen, DPRD itu wibawa rakyat, jangan sampai mereka (rakyat) yang keberatan,” jelasnya.
Saal menambahkan Informasi dari Kepala Kesbangpol, La Ota, bahwa peserta aksi memiliki izin namun terlambat izin, tiba mendadak.
Baca Juga : Pemkab Gowa Gandeng BPN Percepat Sertifikasi Ribuan Tanah Milik Daerah
“Saya berharap itu awal dan terakhir mereka buat seperti itu, tapi kalau masih mau main-main nanti kita main-main, jika kawan-kawan tidak memiliki Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP), saya akan mendesak DPRD untuk menempuh proses hukum,” jelasnya.
Tidak hanya itu, lanjut Saal, kemarahan Anggota DPR Buton Tengah juga disebabkan adanya beberapa postingan pesrta aksi di akun sosial media yang dia anggap tidak elok.
“Kapan tidak diselesaikan secara hukum nanti kami pake gaya kami sendiri untuk mencari mereka, sudah mirip cara preman sampai ingin menjemur orang dan menghamburkan kursi,” tegasnya. (Dzabur Al-Butuni)
Baca Juga : Rekomendasi DPRD untuk LKPJ Bupati Gowa Bentuk Atensi Perbaikan Kinerja
