0%
logo header
Selasa, 07 April 2026 13:10

Sektor Jasa Keuangan Nasional Masih Kokoh di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Chaerani
Editor : Chaerani
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Stabilitas sektor jasa keuangan nasional dinilai masih terjaga dan kokoh di tengah dinamika perekonomian global dan domestik.

Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK secara virtual.

“Kami melihat stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga meskipun dihadapkan pada dinamika perekonomian global dan domestik yang semakin kompleks,” katanya, dalam pertemuan, kemarin.

Baca Juga : Keberadaan KDMP Dinilai Akan Perkuat Ekonomi Warga Gowa

Ia menyampaikan bahwa perekonomian global saat ini berada dalam tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian, terutama dipicu oleh eskalasi tensi geopolitik di kawasan Teluk. Konflik yang terjadi telah mengganggu operasional infrastruktur energi di Timur Tengah dan memicu penutupan Selat Hormuz sebagai salah satu jalur distribusi energi utama dunia.

“Kondisi ini memberikan dampak pada harga energi yang melonjak tajam dan volatilitas pasar keuangan global meningkat signifikan,” ujarnya.

Sementara, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dalam laporan Interim Economic Outlook edisi Maret 2026 sebelumnya memproyeksikan ekonomi global berada dalam tren penguatan. Namun, proyeksi tersebut kini dikoreksi menyusul meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga : Ini Tips dari PLN untuk Hitung Komponen Pembayaran Listrik dan Atur Pola Pemakaian

Ketidakpastian global yang tinggi serta tekanan harga energi juga dinilai mempersempit ruang kebijakan moneter bank sentral dunia. Kondisi ini memunculkan kembali ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama (high for longer).

Lanjut Friderica, di Amerika Serikat, perekonomian menunjukkan tanda-tanda pelemahan di tengah inflasi yang masih tinggi dan meningkatnya tingkat pengangguran. Bank Sentral AS (The Fed) dalam pertemuan Maret 2026 mempertahankan suku bunga acuannya dan sebelumnya mengisyaratkan hanya satu kali pemangkasan sepanjang tahun ini.

“Namun, setelah eskalasi konflik Iran, pelaku pasar kini memperkirakan tidak akan ada pemangkasan suku bunga hingga akhir 2026,” akunya.

Baca Juga : Puluhan Siswa SD Gamaliel Makassar Bergembira di Kids Hotel Adventure Aston

Sementara itu, perekonomian Tiongkok mencatat kinerja yang melampaui ekspektasi, didorong oleh perbaikan pada sisi permintaan dan penawaran serta dukungan stimulus di sektor keuangan. Meski demikian, pemerintah Tiongkok tetap menurunkan target pertumbuhan ekonomi sebagai respons terhadap tantangan struktural dan ketidakpastian eksternal yang berlanjut.

Di dalam negeri, kondisi ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif. Inflasi inti pada Maret 2026 tercatat menurun, sementara aktivitas konsumsi masyarakat tetap kuat di awal tahun. Hal ini tercermin dari pertumbuhan penjualan ritel yang diperkirakan mencapai 6,89 persen secara tahunan (year-on-year) serta kinerja penjualan kendaraan bermotor yang tetap solid.

“Dari sisi produksi, aktivitas ekonomi masih berada pada fase ekspansi meskipun mulai mengalami moderasi, sebagaimana tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang tetap berada di zona ekspansif,” jelasnya.

Baca Juga : Pemkab Gowa Gandeng BPN Percepat Sertifikasi Ribuan Tanah Milik Daerah

Selain itu, ketahanan sektor eksternal juga terjaga dengan baik, didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai pada Februari 2026 serta neraca perdagangan yang mencatatkan surplus.

“Kami tentunya terus mencermati perkembangan global dan domestik serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Friderica.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646