Supriansa : Semut Jika Terus Diinjak Pasti Akan Menggigit, Apalagi saya!

0
Supriansa.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SOPPENG — Sebagai pemenang kursi ke-2 hasil rekapitulasi KPU, Calon Legislatif DPR RI dari Partai Golkar, Supriansa, dinyatakan lolos ke Senayan dari Dapil Sulsel 2.

Namun setelah penetapan Rekapitulasi suara di KPU, tiba-tiba terdaftar di Mahkamah Partai dan juga terdaftar di Mahkamah Konstitusi dalam gugatan Partai Golkar dengan termohon KPU RI, terkait dugaan penggelembungan suara yang dilakukan oleh Supriansa.

Walaupun telah diketahui bahwa Ketua Umum dan Sekjen Partai Golkar tidak pernah memberi kuasa kepada siapapun terkait gugatan kepada Supriansa, karena telah selesai melalui persidangan Mahkamah Partai Golkar yang diketuai oleh Adis Kadir.

Menariknya, dalam sidang Mahkamah Partai Golkar di Kantor DPP Golkar memutuskan, bahwa Supriansa tidak termasuk namanya yang direkomendasikan oleh Partai Golkar ke Mahkamah Konstitusi (MK), tapi kenyataannya ada namanya terdaftar dalam list sebagaimana yang beredar di media.

Supriansa yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Sabtu (25/05/2019) malam, mengungkapkan bahwa telah mempelajari gugatan yang mempersoalkan perolehan suaranya di Kabupaten Soppeng.

Namun ia melihat banyak kejanggalan dalam gugatan itu.

“Saya kira KPU RI pasti memiliki data yang sangat lengkap sebagai pihak yang digugat. Jika kasus itu lanjut maka pasti saya akan melibatkan diri dalam gugatan intervensi sebagai pihak ketiga yang memiliki kepentingan pada gugatan itu,” kata mantan Aktivis Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini.

“Pertanyaannya, apa artinya keputusan Mahkamah Partai yang tidak mengabulkan gugatan penggugat,” tanya Supriansa.

“Bukankah tuduhan yang sama pernah diajukan pada saat rekapitulasi KPU Provinsi, dimana KPU Soppeng sebagai terlapor di Bawaslu Provinsi, dan selanjutnya diadakan sidang cepat oleh Bawaslu dan hasilnya tidak ditemukan indikasi sebagaimana yang di tuduhkan oleh pelapor saat itu,” tuturnya.

Supriansa menambahkan, dengan berharap kepada Ketua Umum Partai Golkar dan Sekjen bersama seluruh jajaran pengurus Partai Golkar agar mengusut siapa pelaku yang mempermainkan hasil keputusan Mahkamah Partai.

“Saya berharap semoga yang mendaftarkan gugatan itu di Mahkamah Konstitusi yang sudah cacat administrasi dengan dugaan melampirkan surat kuasa yang palsu dari DPP Partai Golkar. Sebaiknya di usut tuntas karena murni itu sudah perbuatan pidana,” kata mantan Wakil Bupati Soppeng ini.

“Oknum yang bermain sebaiknya diproses sesuai dengan hukum yang berlaku agar kewibawaan Partai Golkar terkhusus Mahkamah Partai bisa terpancar kepada semua kader Partai Golkar diseluruh Indonesia,” harap Supriansa.

Mantan Pengacara ini sudah lama diam karena memahami dirinya selaku orang baru bergabung di Partai Golkar sehingga merasa lebih baik diam daripada ribut sesama kader partai sendiri.

“Karena semakin hari semakin menjadi-jadi sehingga pada akhirnya saya harus angkat bicara. Saya mempercayakan proses hukum insya Allah akan berjalan terutama kepada mereka yang sudah meyerang pribadi saya,” ungkapnya.

Diamnya saya selama ini, bukan berarti saya takut tapi saya menghormati semua pihak. Karena terlalu sakitmi kodong perasaanku dituduh menggelembungkan suara maka itulah saya serahkan masalah ini kepada pihak yang berwajib untuk menyelesaikan secara hukum,” kata Supriansa.

“Semutpun jika terus diinjak-injak maka pasti akan menggigit juga, apalagi saya,” tutupnya.

(Yusuf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here