0%
logo header
Selasa, 01 September 2026 19:56

Temui Wali Kota Makassar, PLN UID Sulselrabar Janji Sistem Listrik Normal 5 September

Rizal
Editor : Rizal
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menerima kunjungan manajemen PLN UID Sulselrabar di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (1/9/2026). (Foto: Istimewa)
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menerima kunjungan manajemen PLN UID Sulselrabar di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (1/9/2026). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bergerak cepat menindaklanjuti aspirasi dan keluhan warga terkait pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar).

Keluhan masyarakat tersebut kemudian ditindaklanjuti Munafri dengan memanggil pihak manajemen PLN UID Sulselrabar untuk melakukan audiensi di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (1/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, hadir bersama jajaran manajemen PLN untuk membahas kondisi kelistrikan di Kota Makassar, termasuk penyebab terjadinya pemadaman bergilir serta langkah penanganan yang dilakukan.

Baca Juga : Resmi Dilantik Wamenhan, Adnan Purichta Bidik Medali PON 2028 dan Training Center Taekwondo Sulsel

Munafri mengatakan, dirinya menerima sejumlah laporan dan keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang terjadi sejak Senin (31/8/2026) kemarin. Apalagi berdasarkan informasi yang diterimanya, pemadaman masih akan berlangsung di sejumlah kecamatan di dalam kota dalam beberapa hari ke depan.

“Adanya pemadaman bergilir yang dilakukan PLN di Kota Makassar hingga beberapa hari ke depan. Banyak warga menyampaikan keluhan sehingga saya tindak lanjuti ke pihak yang berwenang,” ujar Munafri.

“Kami ingin mengetahui mendengarkan penjelasan, dan kami meminta cepat dicarikan solusi,” sambung Appi.

Baca Juga : Pimpin Demokrat Sulsel, Munafri Arifuddin Punya Waktu 30 Hari Rampungkan Struktur Pengurus

Pemadaman bergilir tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat di Kota Makassar yang setiap hari bergantung pada pasokan listrik, mulai dari aktivitas rumah tangga, pelaku usaha, pelayanan publik, hingga berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pemadaman listrik dalam durasi yang cukup panjang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Terlebih, listrik saat ini menjadi salah satu kebutuhan utama yang menopang hampir seluruh aktivitas warga dan dunia usaha.

Karena itu, ia meminta PLN segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat penanganan persoalan kelistrikan sehingga kondisi di lapangan dapat kembali normal.

Baca Juga : AHY Apresiasi Khusus Dedikasi Ni’matullah Jaga dan Besarkan Demokrat di Sulsel

“Saya akan bantu komunikasikan dengan pihak bertugas di unit PLN yang mengalami kendala (Jeneponto), untuk penanganan gangguan listrik. Perlu ada kepastian agar segera diatasi supaya kembali normal,” tambah Ketua IKA FH Unhas itu.

Munafri menilai, keberadaan pasokan listrik yang stabil menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas masyarakat dan perekonomian Kota Makassar. Ia berharap persoalan yang menyebabkan terjadinya pemadaman bergilir dapat segera diketahui dan ditangani, sehingga masyarakat tidak terus-menerus dibebani dengan gangguan pasokan listrik.

“Perlu normal. PLN ini menunjang aktivitas masyarakat,” katanya.

Baca Juga : 4 Figur Masuk Bursa Calon Sekretaris Demokrat Sulsel

Setelah mengetahui penyebab pemadaman bergilir, faktor utama bukan karena faktor El-nino. Appi meminta kesiapan PLN terkait persoalan ketersediaan sumber energi yang menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan ke depan.

Menurutnya, kondisi pasokan energi perlu diantisipasi, terutama ketika terjadi penurunan sumber energi tertentu yang dapat berpengaruh terhadap kemampuan pembangkit dalam memasok kebutuhan listrik.

Ia memperkirakan, apabila kondisi sumber energi seperti ketersediaan air mengalami penurunan, kapasitas pasokan listrik juga dapat ikut terdampak.

Baca Juga : 4 Figur Masuk Bursa Calon Sekretaris Demokrat Sulsel

Munafri menilai, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar sistem kelistrikan tidak hanya mengandalkan satu sumber energi. Menurutnya, diperlukan penguatan sistem melalui optimalisasi sejumlah pembangkit yang tersedia.

“Mestinya masih ada sekitar 30 persen. Karena ada beberapa pembangkit yang bisa ditambahkan barangnya di sistem,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Munafri meminta agar proses penanganan dilakukan secepat mungkin dan masyarakat mendapatkan kepastian mengenai kondisi pasokan listrik.

Baca Juga : 4 Figur Masuk Bursa Calon Sekretaris Demokrat Sulsel

Ia menekankan, pemerintah kota membutuhkan koordinasi yang jelas dengan PLN sehingga apabila terjadi gangguan atau pemeliharaan jaringan, dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

“Kami dari pemerintah berharap PLN bisa mencari solusi seceptnya agar pemadaman bergilir ini tidak berlangsung lama,” pungkas Munafri.

Pada kesempatan ini, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, memastikan kondisi sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) masih dalam kondisi terkendali.

Baca Juga : 4 Figur Masuk Bursa Calon Sekretaris Demokrat Sulsel

Edyansyah menyampaikan langsung perkembangan dan kondisi sistem kelistrikan di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar.

“Tadi, kami juga melaporkan kondisi sistem kelistrikan yang ada di Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat,” kata Edyansyah.

Menurutnya, PLN sejauh ini masih berupaya menjaga kontinuitas pasokan listrik agar tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga : 4 Figur Masuk Bursa Calon Sekretaris Demokrat Sulsel

Namun, dalam satu hingga dua hari terakhir, PLN menghadapi persoalan tambahan akibat adanya pemeliharaan pada salah satu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang berada di IPP Jeneponto.

Pemeliharaan tersebut berdampak terhadap berkurangnya pasokan tenaga listrik yang tersedia dalam sistem.

Edyansyah menyebut kapasitas pembangkit yang sedang menjalani pemeliharaan tersebut mencapai 125 megawatt (MW).

Baca Juga : 4 Figur Masuk Bursa Calon Sekretaris Demokrat Sulsel

“Hanya saja satu-dua hari yang lalu kita sempat ada kejadian. Kita ada pemeliharaan terkait dengan PLTU yang ada di IPP Jeneponto sebesar 125 MW yang berdampak terhadap kekurangan pasokan tenaga listrik,” jelasnya.

Edyansyah mengatakan, berdasarkan informasi dari manajemen PLTU Jeneponto, pembangkit berkapasitas 125 MW tersebut ditargetkan kembali beroperasi secara normal paling lambat pada tanggal 5 September 2026.

Jika pemulihan berjalan sesuai rencana, kondisi sistem kelistrikan Sulselrabar diharapkan kembali membaik dan lebih stabil.

Baca Juga : 4 Figur Masuk Bursa Calon Sekretaris Demokrat Sulsel

“Berdasarkan informasi dari manajemen PLTU Jeneponto, Insya Allah pada kurang lebih tanggal 5 September, kondisi sistem kelistrikan membaik kembali,” katanya.

Ia menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pasokan tenaga listrik belum dapat tersedia secara optimal dalam beberapa hari terakhir.

“Ini adalah kondisi singkat terkait dengan ketidaksiapan pasokan tenaga listrik secara sempurna. Insya Allah nanti di tanggal 5 September semua kondisi sistem akan jauh lebih baik, bahkan normal,” terangnya.

Baca Juga : 4 Figur Masuk Bursa Calon Sekretaris Demokrat Sulsel

Menurut Edyansyah, pemulihan pasokan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di Sulselrabar. Dia juga meminta dukungan masyarakat agar kondisi sistem kelistrikan dapat kembali stabil dan pelayanan listrik tetap berjalan dengan baik.

“Kami mohon doa dan dukungannya, semoga sistem kelistrikan yang sebenarnya sudah terdampak kondisi super El Nino sejak bulan Juni, tetapi kita masih bisa menjaga kontinuitas pasokan tenaga listrik tetap eksis dan tetap bisa menyalurkan tenaga listrik secara baik,” tuturnya.

Terkait kondisi pemadaman bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Makassar, Edyansyah meminta masyarakat tetap tenang dan tidak risau.

Baca Juga : 4 Figur Masuk Bursa Calon Sekretaris Demokrat Sulsel

Ia memastikan PLN terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kondisi sistem kelistrikan sembari menunggu sejumlah kapasitas pembangkit kembali masuk ke dalam sistem.

“Kami menyampaikan kepada masyarakat untuk meyakini bahwa kondisi sistem masih tetap bisa kita kendalikan,” katanya.

Edyansyah juga menjelaskan terdapat tambahan kapasitas pembangkit yang saat ini masih dalam proses pemulihan. Menurutnya, secara keseluruhan terdapat sekitar 300 MW kapasitas yang diharapkan dapat kembali mendukung sistem kelistrikan.

Baca Juga : 4 Figur Masuk Bursa Calon Sekretaris Demokrat Sulsel

“Di PLTU Jeneponto itu masih ada kurang lebih 300 megawatt yang akan pulih,” ungkapnya.

Dari kapasitas tersebut, sebanyak 125 MW ditargetkan kembali beroperasi paling lambat pada 5 September 2026.

“Untuk 125 megawatt akan pulih di tanggal 5. Mungkin nanti bisa lebih cepat lagi di bulan September,” pungkas Edyansyah. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646