0%
logo header
Selasa, 15 September 2020 21:17

Trend Positif, Neraca Perdagangan Sulsel Mengalami Surplus

Ist.
Ist.

REPUBLIKNEWS CO.ID, MAKASSAR — Trend positif, Neraca perdagangan Sulsel periode Januari-Juni 2020 mengalami surplus, sebesar US $175,86 Juta dengan nilai ekspor US $ 646,07 juta dan dengan nilai Impor US $ 576,33 juta.

Kabid Pengembangaan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel Dewa Nyoman Mahendra menjelaskan Neraca perdagangan mengalami surplus diakibatkan jumlah ekspor masih lebih tinggi dibandingkan nilai impor.

“Neraca perdagangan kita mengalami Surplus. Permintaan pasar ekspor masih tetap tinggi, dibandingkan impor, produktivitas dandeversifikasi komoditas ekspor perlu ditingkatkan,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, pada Selasa (15/09/2020).

Kata dia, angka surplus ditujuh bulan terkahir pada 2020 ini cukup tinggi meski dunia sedang dilanda pandemi Covid-19 namun proses ekspor ke sejumlah negara pemerintah tak mengalami kesulitan.

“Selama pendemi Covid-19, tidak ada kendala dalam pelaksanaan ekspor ke negara, prosedur dan mekanisme ekspor sangat mudah, cepat dan efisien,” ungkapnya.

Adapun komoditas ekspor di beberapa sejumlah negara tersebut yang merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Sulsel.

Ada Nikel, udang, rumput laut. Sedangkan untuk komoditas impornya ada Mesin, gula, industri makanan.

Sementara, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Yos Rusdiansyah, mengatakan cenderung menunjukkan geliat yang positif, bahkan dibandingkan dengan tahun lalu diperiode yang sama. Padahal di tahun ini, Indonesia bahkan secara global, dunia baru saja dihantam pandemi Covid-19.

“Ini relatif lebih baik dibandingkan tahun lalu. Bahkan secara tahunan surplus Sulsel sudah mencapai US $175,86 juta. Masih ada beberapa bulan ke depan sampai akhir tahun,” ungkapnya.

Yos menambahkan bahwa angka surplus di tujuh bulan terkahir pada 2020 ini cukup tinggi meski dunia sedang dilanda pandemi Covid-19. Bahkan setelah adanya sejumlah pembatasan aktivitas di berbagai negara, termasuk di Indonesia. (Thamzil)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646