Vaksinasi di Luwu Utara Sasar Imam Masjid

0
Ilustrasi Vaksin Covid-19.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, LUWU UTARA — Ratusan tokoh agama di Luwu Utara telah mendapatkan vaksinasi, tak terkecuali para imam masjid yang juga menjadi sasaran perioritas vaksinasi tahap ke tiga ini.

Salah satu yang menjadi sasaran perioritas vaksinasi tahap ke III di Kabupaten Luwu Utara adalah kalangan tokoh agama. Saat ini dari pendataan sasaran tokoh agama di Kabupaten Luwu Utara, per tanggal 15 April kemarin menunjukkan, sedikitnya sudah ada 172 tokoh agama yang telah mendaparkan vaksinasi dosis pertama.

“Dari 172 tokoh agama yang divaksin, 50 persen lebih itu adalah imam masjid. Apa lagi saat ini sodara kita ummat muslim sedang melakukan ibadah puasa, makanya pemberian vaksin untuk para imam masjid itu secepat mungkin kita lakukan,” kata Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, I Komang Krisna, Jumat (16/04/2021)

Komang menambahkan, untuk para tokoh agama petugas vakasinasi baik dari dinas kesehatan, dan pemerintah kecamatan hingga desa terus berkoordinasi untuk memaksimalkan vaksinasi tersebut.

“Apa lagi saat ini sodara kita ummat muslim sedang melakukan ibadah puasa, makanya pemberian vaksin untuk para tokoh agama itu secepat mungkin kita lakukan,” pungkasnya.

” Kita sangat harapkan para tokoh agama nantinya bisa menghimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat beribadah,” sambung Komang.

Selain tokoh agama, vaksinasi juga menyasar kalangan lansia. Saat ini sudah 272 lansia yang divaksin, 11 diantanya juga telah mendanpatkan vaksindosis ke duanya.

“Selain itu pendidik atau guru juga tetap menjadi perioritas, sejauh ini sudah ada 1.738 orang yang sudah divaksin dan 1.233 yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua,” ungkap Komang.

Komang juga menyampaikan, peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam memerangi penyebaran covid-19 ini, begitupun dalam rangka menyukseskan vaksinasi.

“Kita harap masyarakat juga aktif, misalnya ada lansia disekitar mereka itu dilaporkan ke pemerintah setempat, agar petugas terbantu mendeteksi keberadaan lansia kita,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan