0%
logo header
Jumat, 25 September 2026 20:42

25 Tahun Partai Demokrat: Sebuah Pengingat

Rizal
Editor : Rizal
Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni'matullah. (Foto: Istimewa)
Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni'matullah. (Foto: Istimewa)

Oleh: Ni’matullah (Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan)

Apa itu partai politik?
Parpol adalah institusi sah yang strategis dalam sistem politik pada suatu negara. Pada sisi masyarakat, parpol adalah alat perjuangan bersama atau saluran aspirasi.

Senada dengan hal tersebut di atas, maka pandangan dasar atau platform Partai Demokrat adalah wadah perjuangan bersama dengan misi utama adalah membangun tradisi politik baru, melahirkan tokoh-tokoh politik baru yang demokratis dan mendorong serta mengupayakan perdamaian.

Baca Juga : Milad ke-20 YBM PLN, Tebar Manfaat dengan Hadirkan Ojol Care untuk 120 Pengemudi Ojek Online

Tradisi adalah kebiasaan-kebiasaan yang berulang dan menjadi semacam pola perilaku di masyarakat. Partai Demokrat memandang bahwa dinamika politik di Indonesia telah memunculkan tradisi-tradisi buruk yang destruktif, seperti money politics, berbagai keputusan politik ditentukan oleh pertukaran jumlah uang  atau transaksional, fitnah dan intrik politik yang kejam demi menjatuhkan lawan politik, serta perilaku lain yang memecah belah masyarakat.

Oleh karena itu, Partai Demokrat hadir dan dilahirkan dengan keinginan kuat untuk memberi dan menghadirkan alternatif tradisi-tradisi politik baru yang lebih elegan, beradab dan konstruktif.

Partai Demokrat juga menyadari bahwa salah satu yang menentukan kuatnya institusi, adalah man behind the gun. Karena itu, rekruitmen, kaderisasi dan dinamika internal Partai Demokrat didesain untuk hadir dan lahirnya tokoh-tokoh politik baru yang relatif belum terkontaminasi oleh tradisi-tradisi politik yang buruk, supaya bisa menghadirkan institusi eksekutif dan legislatif yang kuat dan peduli rakyat dalam bekerja.

Baca Juga : Perkuat Transparansi Publik, Ketua DPRD Sulsel Sambut Positif Visi Adaptif PWI Sulsel

Saat itu, dalam skala besar, konflik Ambon dan konflik Aceh serta sejumlah konflik dalam skala kecil menjadi semacam potensi perpecahan bangsa yang sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan sudah mengarah ke disintegrasi.

Bagi Partai Demokrat, perdamaian dan kedamaian adalah prasyarat dasar stabiltas bangsa untuk bisa mendorong perbaikan dan kemajuan masyarakat. Karena itu, Partai Demokrat menjadikan upaya mendamaikan dan menjaga kedamaian sebagai salah satu misi utama partai.

Itu ontologisnya, akar yang membuat Partai Demokrat berbeda atau sedikit berbeda dari parpol lain di Indonesia. Karena itu, posisi Partai Demokrat adalah “partai tengah“, tidak ke paham ‘kiri‘ ataupun ke paham ‘kanan‘, dengan semboyan nasionalis religius. Ciri utama Partai Demokrat dan kader-kadernya, adalah cerdas, santun dan bersih.

Baca Juga : Komisi E DPRD Sulsel Tegaskan Tak Boleh Ada Diskriminasi, Cabor Sepak Bola Putri dan Futsal Putri Diikutsertakan di Porprov 2026

Bagi Partai Demokrat, kader dan terutama pengurus harus mengutamakan peningkatan kapasitas intelektual, baik melalui pendidikan formal, maupun keinginan untuk terus mau belajar dan membaca. Dalam hal ini, cerdas adalah kualitas utama kader Partai Demokrat.

Lalu, kader dan pengurus harus mampu menjaga perilakunya secara ketat dalam berkomunikasi untuk tidak menggunakan cara dan kata-kata kasar, arogan dan jorok yang dapat membuat orang lain atau masyarakat menjadi tersinggung atau tersakiti. Dalam hal ini, santun adalah identitas utama kader Partai Demokrat.

Terakhir, kader dan pengurus harus berpenampilan yang rapi, pantas dan sebisanya mathcing, tidak sembrono dan awut-awutan. Karena cover atau penampilan adalah penilaian awal orang pada diri kita.

Baca Juga : Belajar Demokrasi dari Sekolah, KPU Soppeng Hadiri Debat Kandidat Pilketos SMKN 4 Soppeng

Selanjutnya, dalam hal mencari penghasilan dan mengumpulkan harta, maka kader Partai Demokrat sangat dianjurkan untuk menggunakan cara-cara yang baik dan bermartabat, sama sekali bukan berasal dari hasil korupsi, tipu-tipu, pemerasan, atau cara kotor lainnya. Dalam hal ini, bersih adalah nilai utama kader Partai Demokrat. Hal ini semua adalah epistemologi cara kita mengenali Partai Demokrat dan seluruh kadernya.

Tulisan singkat ini, mungkin sebagian  besar kita sudah pernah membaca dan mendengarnya, tapi mengulang-ulang kebaikan terkadang juga diperlukan.
Sekaligus memberikan kita perspektif yang layak dan akademis dalam menilai dan mengevaluasi keberadaan dan perjalanan Partai Demokrat yang kita cintai sepenuh hati, khususnya pada ulang tahunnya yang sudah cukup dewasa, yakni 25 tahun.

Supaya kita tidak terjebak dalam penilaian semata statistikal dan kulit luar yang samar dan menipu, sehingga pertanyaan-pertanyaan sederhana perlu diajukan sebagai pengingat.

Baca Juga : Belajar Demokrasi dari Sekolah, KPU Soppeng Hadiri Debat Kandidat Pilketos SMKN 4 Soppeng

Apakah kita masih berjalan di atas rel niat baik pendirian partai? Atau apakah tanpa sadar kita sudah mengingkari relevansi pendirian partai?

Kejujuran pada sendiri sangat menentukan masa depan partai. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646