0%
logo header
Sabtu, 19 September 2026 16:14

BI Sulsel Raih Dua Penghargaan di Ajang IABC Indonesia Awards

Chaerani
Editor : Chaerani
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Firman Hidayat saat menerima penghargaan dalam ajang IABC Indonesia Awards 2026. (Dok. Humas BI Sulsel)
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Firman Hidayat saat menerima penghargaan dalam ajang IABC Indonesia Awards 2026. (Dok. Humas BI Sulsel)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Komitmen Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan dalam menghadirkan komunikasi yang berdampak mendapat apresiasi dalam ajang International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awards 2026.

Dari dua tim yang diikutsertakan dan telah melalui tahapan administrasi hingga presentasi penjurian, keduanya berhasil meraih penghargaan pada kategori ICOMMA (Impactful Communications Awards), yakni Top 10 & Awards of Excellence untuk program Non Stop Education (NSE) CBP Rupiah pada subkategori Best Public Interest Communications, serta Awards of Excellence untuk program Green PUR pada subkategori Best Sustainability Communications.

Penghargaan tersebut diterima langsung Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Firman Hidayat sebagai representasi KPw Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Truk Diduga Langgar Jam Operasional di Gowa, Kaki Pemotor Hancur Terlindas

Penghargaan pertama diraih melalui program “Non Stop Education (NSE) CBP Rupiah” pada subkategori Best Public Interest Communications, dengan capaian Top 10 & Awards of Excellence. Keberhasilan Non Stop Education (NSE) CBP Rupiah tidak terlepas dari pendekatan komunikasi yang mampu mengubah persoalan nyata di masyarakat menjadi solusi yang sistemik dan terukur.

“Program ini tidak berhenti pada edukasi, tetapi membangun multiplier effect dengan melibatkan guru, agen, komunitas, serta kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari ekosistem literasi Rupiah,” kata Firman, dalam keterangan resminya.

Pendekatan tersebut diperkuat melalui komunikasi terintegrasi lintas kanal dan inovasi digital CBPedia, sekaligus memastikan keberlanjutan program melalui integrasi literasi Rupiah ke dalam pendidikan formal. Dampak program juga ditunjukkan melalui capaian terukur, antara lain 85,02 juta interaksi digital, keterlibatan 2.190 guru, serta 87% tingkat pemahaman terhadap metode 3D.

Baca Juga : 133 Siswa SMP Islam Athirah Makassar Diajak Jaga Lingkungan Dengan Tanam Mangrove

Capaian tersebut menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan tidak hanya menghasilkan awareness, tetapi telah bergerak menuju perubahan pemahaman, perilaku, hingga outcome dan impact. Dengan karakter tersebut, NSE memenuhi elemen penting komunikasi kepentingan publik yang berangkat dari isu publik, menggunakan pendekatan komunikasi terintegrasi, melibatkan masyarakat sebagai change agent, memanfaatkan inovasi digital, serta memiliki keberlanjutan.

Sementara itu, program Green PUR menghadirkan pendekatan komunikasi keberlanjutan melalui konsep “waste to product”, yaitu mengubah limbah racik uang kertas (LRUK) menjadi produk yang memiliki manfaat bagi masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah bagi aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Keunggulan Green PUR juga tercermin dari penerapan strategi komunikasi PESO (Paid, Earned, Shared, Owned Media).

Pada sisi Paid Media, program masih berada dalam tahap penjajakan; sementara Earned Media diwujudkan antara lain melalui pemameran produk pada forum ilmiah Universitas Negeri Makassar (UNM). Strategi Shared Media diperkuat melalui publikasi dan perkembangan program oleh media UNM dan CBP, sedangkan Owned Media dilakukan melalui rangkaian pertemuan dan komunikasi intensif dengan pihak UNM untuk memastikan keberlanjutan serta penyempurnaan program.

Baca Juga : DPRD Makassar dan Pemkot Sepakati KUPA-PPAS Perubahan 2026

Dari sisi implementasi, Green PUR telah menghasilkan satu pilot project selama empat bulan melalui kolaborasi dengan UNM dan menghasilkan tiga prototype, yaitu briket arang, biochar, dan karbon aktif. Program ini kemudian menghasilkan manfaat yang dapat diukur, mulai dari enam stakeholders yang merasakan manfaat prototype briket, hingga keterlibatan sekitar 600 peserta seminar Dies Natalis UNM, dengan lebih dari 80 persen peserta memahami materi yang disampaikan.

Lebih lanjut, dampak program diarahkan pada pengembangan model pemanfaatan LRUK yang lebih luas. Hingga tahap yang dilaporkan, terdapat 100 ton LRUK yang siap diproduksi menjadi produk, serta potensi keterlibatan 2 hingga 3 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk bekerja sama dengan estimasi nilai keuntungan sekitar Rp100 juta bagi UMKM.

Sekadar diketahui, International Association of Business Communicators (IABC) – Indonesia Chapter merupakan asosiasi non-profit dan independen yang hadir di Indonesia sejak 2017. IABC Indonesia merupakan bagian dari jaringan IABC global yang telah hadir lebih dari 50 tahun dan menaungi profesional di berbagai bidang, antara lain komunikasi bisnis, public relations, sustainability, dan komunikasi korporat.

Baca Juga : PLN UID Sulselrabar Dorong Kemandirian Masyarakat Sinjai melalui Program TJSL Digital Skill Bootcamp dan Peresmian Sentra Peternakan NUMA Farm

IABC Indonesia Awards merupakan ajang yang didedikasikan untuk mendukung perkembangan industri komunikasi dan public relations sekaligus memberikan apresiasi terhadap kesuksesan, kerja keras, serta kinerja public relations yang unggul dari korporasi dan instansi di Indonesia. IABC Indonesia sendiri merupakan bagian dari IABC global yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat, dan memiliki jaringan chapter di berbagai negara.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646