0%
logo header
Selasa, 08 September 2026 20:01

4 Dosen Unsa Makassar Kembali Ditugaskan jadi Asesor Seleksi PPG Prajabatan 2026

Chaerani
Editor : Chaerani
Empat dosen Unsa Makassar kembali ditugaskan menjadi asesor seleksi PPG Prajabatan 2026. (Dok. Istimewa)
Empat dosen Unsa Makassar kembali ditugaskan menjadi asesor seleksi PPG Prajabatan 2026. (Dok. Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Empat dosen program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Sawerigading (Unsa) Makassar, kembali mendapat kepercayaan menjadi asesor wawancara dalam Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026.

Kepercayaan ini diberikan oleh Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) sebagai pelaksana seleksi.

Keempat dosen tersebut masing-masing Fadly Akbar, S.Pd., M.Pd., Ari Wiboro, S.Pd., M.Pd., Dr. Adi Akbar, S.Pd., M.Pd., dan Isnani Arianti, S.Pd., M.Pd.

Baca Juga : Lantik Pejabat Fungsional, Wali Kota Makassar Titip Tugas Khusus untuk Kepala UPT TPA Tamangapa

“Penugasan tersebut menjadi salah satu bentuk kepercayaan terhadap kompetensi akademik, profesionalisme, serta pengalaman para dosen Unsa dalam bidang pendidikan dan penyiapan calon guru,” kata salah satu dosen yang ditugaskan, Fadly Akbar, dalam keterangannya, Selasa, (08/09/2026).

Pelaksanaan wawancara PPG Prajabatan 2026 berlangsung secara daring pada 1 hingga 17 September 2026.

“Dalam tahapan ini para asesor bertugas melakukan penilaian terhadap kompetensi personal dan profesional calon peserta PPG berdasarkan instrumen wawancara yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Baca Juga : PLN UID Sulselrabar Pantau Sistem Kelistrikan 24 Jam dan Tinjau Langsung Optimalisasi Pembangkit

Menurutnya, tahap wawancara menjadi bagian penting dalam rangkaian seleksi calon guru. Melalui proses ini, calon peserta dinilai dari berbagai aspek yang berkaitan dengan kesiapan mengikuti pendidikan profesi, motivasi menjadi guru, karakter, kemampuan personal, serta komitmen terhadap profesi pendidik.

Penugasan empat dosen dari Unsa Makassar tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peran dosen tidak hanya terbatas pada pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi.

Tetapi, keterlibatan dalam proses seleksi program pendidikan guru pada tingkat nasional menjadi ruang bagi dosen untuk berkontribusi secara langsung terhadap penyiapan sumber daya manusia di bidang pendidikan.

Baca Juga : Gunakan Kendaraan Ramah Lingkungan ke Kantor, Pengawai PLN UIP Sulawesi Kurangi 4,3 Ton CO₂

“Selain menjadi bentuk kontribusi terhadap program strategis pendidikan nasional, keterlibatan sebagai asesor juga memberikan pengalaman profesional bagi para dosen dalam memahami standar, kebutuhan, serta dinamika penyiapan guru profesional di Indonesia,” terangnya.

Ia berharap, dari kepercayaan terhadap dapat memperkaya kompetensi dosen, khususnya dalam bidang asesmen, wawancara, pendampingan calon guru, evaluasi pendidikan, serta pengembangan pembelajaran.

“Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menjalankan tugas sebagai asesor selanjutnya dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan akademik di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsa Makassar,” harapnya.

Baca Juga : Pengurus Baru Dilantik, Heriwawan Dorong DPD KNPI Sinjai Jadi Rumah Besar Persatuan Pemuda

Selain itu, manfaat positif dari pengalaman tersebut juga diharapkan dapat dirasakan oleh mahasiswa melalui penguatan kualitas proses pembelajaran, pengembangan bahan ajar, penelitian, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara, Dosen Unsa Makassar lainnya yang terpilih, Isnaini Arianti mengungkapkan, pengalaman dosen dalam kegiatan pendidikan berskala nasional dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan akademik di lingkungan kampus. Khususnya, pada Program Studi Pendidikan Matematika serta Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

“Keterlibatan para dosen Unsa sebagai asesor PPG juga menjadi bagian dari pengembangan karier profesional dosen,” ungkapnya.

Baca Juga : Pengurus Baru Dilantik, Heriwawan Dorong DPD KNPI Sinjai Jadi Rumah Besar Persatuan Pemuda

Lanjutnya, pengalaman menjalankan tugas pada program nasional dapat memperluas jejaring profesional sekaligus membuka ruang bagi dosen untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya sesuai dengan perkembangan kebijakan serta kebutuhan dunia pendidikan.

Selain itu, keterlibatan empat dosen dalam seleksi PPG Prajabatan 2026 dinilai sejalan dengan komitmen perguruan tinggi untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan berkontribusi dalam berbagai program strategis pendidikan nasional.

Melalui keterlibatan aktif dosen dalam berbagai program pendidikan nasional, Unsa Makassar diharapkan semakin memperkuat perannya dalam menghasilkan sumber daya manusia pendidikan yang profesional, berintegritas, adaptif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan pendidikan di masa depan.

Baca Juga : Pengurus Baru Dilantik, Heriwawan Dorong DPD KNPI Sinjai Jadi Rumah Besar Persatuan Pemuda

“Adanya penugasan ini tidak hanya menjadi pencapaian profesional bagi keempat dosen, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi Unsa dalam mendukung lahirnya calon-calon guru berkualitas yang akan menjadi bagian penting dalam pembangunan pendidikan Indonesia,” tutupnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646