0%
logo header
Sabtu, 04 April 2026 22:24

Bupati Gowa Harap Orientasi Peran Kader FKPPI untuk Kepentingan Rakyat

Chaerani
Editor : Chaerani
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang saat menghadiri Musyawarah Cabang X FKPPI Kabupaten Gowa, di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Sabtu, (04/04/2026). (Dok. Humas Gowa)
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang saat menghadiri Musyawarah Cabang X FKPPI Kabupaten Gowa, di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Sabtu, (04/04/2026). (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menaruh harapan besar pada keberadaan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI (FKPPI).

Khususnya kepada para kader-kadernya di Kabupaten Gowa. Hal ini diungkapkan saat menghadiri Musyawarah Cabang X FKPPI Kabupaten Gowa, di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa.

“Organisasi seperti FKPPI ini diharapkan menghadirkan kader yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, serta mampu menjaga ruang publik tetap kondusif,” ujarnya, dalam pertemuan, Sabtu, (04/04/2026).

Baca Juga : Hadirkan AI Technology Center, Kolaborasi Indosat, NVIDIA, dan UGM Perkuat Pendidikan Riset

Ia menilai, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi internal sekaligus penguatan posisi organisasi dalam mendukung stabilitas daerah dan agenda pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

Olehnya, dirinya menekankan bahwa forum ini memiliki fungsi strategis dalam memastikan arah gerak organisasi tetap relevan dengan kebutuhan daerah. Apalagi, FKPPI dianggap memiliki basis nilai yang kuat dan dapat berkontribusi dalam menjaga kondisi sosial.

“Kabupaten Gowa membutuhkan energi persatuan. Organisasi seperti FKPPI juga diharapkan mampu menjaga ruang publik tetap kondusif,” ujar Husniah Talenrang.

Baca Juga : SD Islam Athirah Bukit Baruga Makassar Menangkan DANCOW Indonesia Cerdas Season 2

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya relasi yang konstruktif antara pemerintah daerah dan organisasi. Pemerintah membuka ruang kolaborasi, namun tetap menempatkan independensi organisasi sebagai prasyarat penting dalam menjaga kualitas kontribusi.

“Kami membuka ruang kemitraan yang luas. Namun organisasi juga perlu menjaga sikap kritis dan integritas agar mampu memberi masukan yang berbasis kepentingan publik,” lanjutnya.

Dalam konteks dinamika internal organisasi, Bupati Gowa juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas pasca proses musyawarah. Perbedaan pilihan dipandang sebagai bagian dari proses demokrasi yang harus dikelola dengan kedewasaan.

Baca Juga : Mitigasi Risiko Kekeringan dan Kebakaran di Makassar, PLN Hadirkan Desa Siaga Bencana

“Soliditas organisasi menjadi faktor kunci. Siapapun yang terpilih harus didukung bersama, sementara seluruh kader tetap menjadi kekuatan kolektif yang produktif bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua FKPPI Sulawesi Selatan, Iskandar Lathief menilai bahwa Muscab ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat kabupaten serta memastikan kesinambungan kepemimpinan yang adaptif terhadap tantangan daerah.

“Muscab harus menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjaga soliditas internal sekaligus memperkuat kontribusi nyata organisasi di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Baca Juga : Jangan Asal Servis, Ini yang Wajib Diketahui Pengendara Wanita agar Motor Tetap Prima

Melalui Muscab ini, diharapkan lahir kepemimpinan yang mampu mengarahkan organisasi pada peran yang lebih konkret.

“Baik dalam menjaga stabilitas sosial maupun dalam mendukung program pembangunan daerah secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646