REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi turut mendukung upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana kekeringan dan potensi kebakaran.
Hal ini diimplementasikan dengan mengagas Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026: Mitigasi Risiko Kekeringan dan Kebakaran. Program ini pun difokuskan di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat berbasis komunitas, khususnya dalam menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran di lingkungan permukiman.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menyampaikan bahwa PLN berkomitmen untuk terus hadir tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga melalui program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Baca Juga : Hadirkan AI Technology Center, Kolaborasi Indosat, NVIDIA, dan UGM Perkuat Pendidikan Riset
“Kami mendukung penuh upaya Pemerintah Kota Makassar dan BPBD dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi tanggap darurat kekeringan,” katanya, dalam keterangan resminya, Sabtu, (15/08/2026).
Melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026 di Kaluku Bodoa, PLN ingin mendorong masyarakat agar semakin tangguh, waspada, dan memiliki kapasitas dalam melakukan langkah pencegahan, serta respons awal terhadap risiko kekeringan dan kebakaran.
Aditya menjelaskan, program tersebut disiapkan melalui sejumlah intervensi prioritas, mulai dari pemetaan risiko, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat, pelatihan Satgas Kelurahan Tangguh Bencana dan kader perempuan, edukasi keselamatan kelistrikan, sosialisasi pencegahan kebakaran, kampanye hemat air, hingga penguatan fasilitas pendukung kesiapsiagaan masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan.
Baca Juga : SD Islam Athirah Bukit Baruga Makassar Menangkan DANCOW Indonesia Cerdas Season 2
Menurutnya, aspek keselamatan kelistrikan menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat. Edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan listrik yang aman diharapkan dapat mengurangi potensi risiko kebakaran rumah tangga.
“Kami juga menekankan pentingnya edukasi keselamatan kelistrikan, seperti menghindari penggunaan stop kontak bertumpuk, memastikan kabel dan instalasi dalam kondisi aman, serta memahami langkah yang tepat apabila terjadi potensi gangguan kelistrikan. Hal ini menjadi bagian dari upaya pencegahan kebakaran sejak dari rumah,” tambah Aditya.
Selain itu, PLN UIP Sulawesi juga mendorong penguatan peran perempuan dalam kesiapsiagaan bencana. Perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga, mulai dari edukasi penggunaan air secara bijak, pengelolaan logistik keluarga, pendataan kelompok rentan, hingga penyebaran informasi kesiapsiagaan di lingkungan sekitar.
Baca Juga : Jangan Asal Servis, Ini yang Wajib Diketahui Pengendara Wanita agar Motor Tetap Prima
Melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026, PLN UIP Sulawesi berharap masyarakat Kelurahan Kaluku Bodoa semakin siap menghadapi potensi bencana, mampu melakukan pencegahan sejak dini, serta dapat memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.
“Program ini juga menjadi wujud dukungan PLN terhadap peningkatan ketahanan masyarakat, penguatan keselamatan lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan di Kota Makassar,” harap Aditya.
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN UIP Sulawesi dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di tengah status tanggap darurat kekeringan.
Baca Juga : Azis Peter Ajak Warga Gowa Jaga Kedamaian Daerah
Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan sinergi berbagai pihak agar upaya mitigasi dan respons darurat dapat berjalan efektif.
“Dalam situasi tanggap darurat kekeringan, kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting. Dukungan PLN UIP Sulawesi melalui Program Desa Siaga Bencana di Kaluku Bodoa merupakan kontribusi positif dalam memperkuat kapasitas masyarakat, terutama untuk menghadapi krisis air bersih dan potensi kebakaran,” ujar Fadli.
Fadli menambahkan, keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan BUMN, menjadi bagian penting dalam memperluas edukasi, pelatihan, dan kesiapsiagaan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan rencana operasi tanggap darurat bencana kekeringan di Kota Makassar.
