REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang memaknai momentum Idul Fitri sebagai penguatan nilai kebersamaan untuk arah pembangunan yang berdampak positif bagi masyarakat.
Sehingga, hal ini bukan sekadar perayaan, tetapi titik lanjut dari nilai-nilai Ramadan yang harus hadir dalam kerja nyata.
“Idul Fitri adalah panggilan untuk merawat persatuan dan menghadirkan kepedulian sosial dalam tindakan sehari-hari. Dari situlah kekuatan pembangunan lahir,” ujarnya, usai mengikuti Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah, di Masjid Agung Syekh Yusuf, Sabtu (21/03/2026),
Baca Juga : Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Ia menyampaikan, capaian pembangunan dalam satu tahun terakhir menunjukkan tren positif. Mulai dari pertumbuhan ekonomi yang berada di atas rata-rata hingga penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Meski demikian, pemerintah daerah memandang capaian tersebut sebagai fondasi untuk memperluas manfaat pembangunan.
“Tugas kita memastikan setiap kemajuan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Pembangunan harus terasa adil dan inklusif, bukan hanya tercatat dalam angka,” lanjutnya.
Baca Juga : Sudah 14 Kecamatan Dijelajahi, DLH Makassar Perkuat Gerakan Makassar Bebas Sampah
Husniah juga mendorong peran generasi muda sebagai penggerak inovasi daerah. Menurutnya, keberanian menghadirkan gagasan baru menjadi kunci menghadapi tantangan ke depan.
“Pemuda Gowa harus tampil sebagai penggerak perubahan. Dengan ide dan semangat baru, mereka menjadi energi penting dalam mendorong daerah ini semakin kompetitif,” tegasnya.
Sementara, Ustadz Riza Muhammad dalam ceramahnya menekankan bahwa hari kemenangan adalah ujian untuk menjaga nilai Ramadan, terutama empati dan kepedulian sosial, yang relevan dengan upaya menghapus kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa.
Baca Juga : Hadirkan AI Technology Center, Kolaborasi Indosat, NVIDIA, dan UGM Perkuat Pendidikan Riset
“Puasa melatih kita merasakan lapar dan memahami sesama. Kemenangan ini berarti saat kita terus menjaga empati itu, hadir dalam kebaikan, dan tidak membiarkan ada yang tertinggal, termasuk dalam ikhtiar menghapus kemiskinan ekstrem,” ujarnya.
