0%
logo header
Selasa, 04 Oktober 2022 18:06

Bupati Gowa Instruksikan Survei Pasar dan Suplai Pasokan untuk Penuhi Kebutuhan Bahan Pokok Akibat Inflasi

Asril Astian
Editor : Asril Astian
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. (Dok. Humas Gowa)
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA- Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengambil sejumlah langkah dalam memenuhi pasokan bahan pokok ditengah kenaikan harga akibat inflasi.

Upaya ini dilakukan agar bagaimana harga bahan pokok dapat tetap stabil. Hal pertama yang akan dilakukan yakni menginstruksikan agar dinas terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dispedastri), Dinas Pertanian, dan Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) agar memantau harga di berbagai pasar tradisional yang ada. Baik di wilayah dataran tinggi maupun di wilayah dataran rendah.

Menurut Adnan, dengan mengetahui harga dan ketersediaan di lapangan, pihaknya bisa melakukan langkah dan bentuk-bentuk antisipasi lainnya.

Baca Juga : Bupati Gowa: Aspirasi Perempuan Perlu Diwujudkan dalam Program Nyata

“Jika dalam pemantauan itu kenaikan bahan pokok hanya sekitar 10 persen itu cukup wajar. Hanya saja jika kenaikan sudah di atas itu, maka itu perlu ada intervensi,” katanya di konfirmasi, Selasa (04/10/2022).

Kedua, setelah dalam proses pemantauan terjadi kenaikan bahan pokok yang cukup signifikan maka perlu dilakukan intervensi.Dimana dengan mengambil pasokan komoditas bagi daerah lain yang memiliki stok berlebihan melalui kerjasama.

“Kunci untuk pengendalian inflasi ada dua. Satu produksi, dua pasokan atau distribusinya. Jika di daerah kita pasokan pada satu komoditas itu kurang maka kita akan mengambil dari daerah lain yang berlebihan,” terangnya.

Baca Juga : Bupati Gowa Lantik 124 Pejabat, Harap Kedepankan Bekerja Loyal dan Profesional

Adnan mencotohkan, misalnya saat ini komoditas bawang merah yang mengalami kenaikan di sejumlah pasar. Karena pasokan kurang, maka pemerintah mengambil pasokan di wilayah tetangga yakni Kabupaten Takalar dan Maros karena komoditas bawang merahnya berlebihan.

“Langkah ini kita ambil karena memang faktor cuaca, jadi kalau pun kita memberikan bantuan kepada petani, baik itu pupuk atau benih agar mereka meningkatkan produksinya itu tidak terlalu maksimal. Makanya kita ambil inisiatif yang kedua yaitu kerjasama antara daerah,” ujarnya.

Pada kerjasama ini pun, Pemeritahan Kabupaten Gowa dibawah dinas terkait yang akan menyiapkan kendaraan untuk menjemput pasokan, termasuk untuk mendistribusikan ke pasar-pasar tradisional yang ada.

Baca Juga : Siswa SMP 1 Takalar Belajar Sejarah dan Budaya Gowa di Museum Balla Lompoa

“Kondisi inflasi saat ini di Kabupaten Gowa hampir sama seperti Kota Makassar yakni 4 persen. Semoga ini bisa kita jaga, bahkan diturunkan,” harap Adnan.

Lanjutnya, kedua upaya ini akan dilakukan juga sebagai tindaklanjut dari arahan Menteri Keuangan. Dimana pihaknya telah mengeluarkan aturan agar mengambil dua persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk melakukan pengendalian inflasi.

“Sehingga dua langkah ini pun menjadi pilihan, yakni memperbaiki produksi sambil mengecek komoditas lain dan melakukan intervensi pada distribusi dan pasokan dengan bekerjasama daerah lain yang memiliki stok berlebihan,” ujarnya.

Baca Juga : Bupati Gowa Lepas 387 Jamaah Calon Haji, Pemberangkatan Kloter Pertama

Sementara Kepala Dinas Perdastri Gowa Andi Sura mengatakan, pihaknya segera melakukan peninjauan di enam pasar tradisional yang ada di Kabupaten Gowa. Di antaranya, Pasar Bu’rung-Bu’rung, Kecamatan Pattallassang, Pasar Minasa Maupa, Kecamatan Sombaopu, Pasar Limbung, Kecamatan Bajeng, Pasar Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Pasar Sapaya, Kecamatan Bungaya dan Pasar Malakaji, Kecamatan Tompobulu.

“Jadi hasil survei pendataan sembilan bahan pokok di enam pasar memang ada kenaikan namun masih dalam tahap toleransi itupun pada barang tertentu. Sementara untuk ketersediaan bahan juga masih aman hingga tiga bulan kedepan,” katanya.

Dirinya tak menampik, harga bahan pokok khususnya bawang merah hingga beberapa waktu kedepan memang tidak dapat diprediksi, sehingga sebagai cara untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya akan ada melakukan peningkatan produksi dengan cara membuka lahan baru.

Baca Juga : Bupati Gowa Lepas 387 Jamaah Calon Haji, Pemberangkatan Kloter Pertama

“Kita akan membuka lahan baru dan sementara disusun roadmapnya oleh Dinas Pertanian yang nantinya akan menjadi salah satu penopang apabila suatu saat harga naik maka bisa dikendalikan dengan bawang merah yang kita atau produksi sendiri,” jelasnya.

Terkait kerjasama dengan daerah lain kata Andi Sura, dirinya bersama dinas terkait sementara mengidentifikasi komoditas mana yang bisa dikerjasamakan sebagai langkah agar distribusi bisa berjalan dengan baik.

“Terkait kerjasama antar daerah itu agar distribusi bisa berjalan dengan baik. Misalnya ada daerah yang memiliki ketersediaan dengan harga yang cenderung tidak terlalu tinggi namun jika dibawa ke Gowa akan naik karena biaya transpor, maka peran pemerintah melakukan intervensi dengan menanggung biaya transportasinya sehingga jika sampai di Gowa harga bisa sama,” tambahnya.

Baca Juga : Bupati Gowa Lepas 387 Jamaah Calon Haji, Pemberangkatan Kloter Pertama

Dirinya berharap, dengan melakukan survei langsung ke lapangan harga maupun ketersedian bahan pokok mampu dikendalikan dan dilakukan antisipasi sedini mungkin agar masyarakat tidak terlalu terdampak oleh inflasi yang terjadi saat ini.

Penulis : Chaerani
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646