REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Sebagai komitmennya dalam mendorong kualitas destinasi wisata yang ada di wilayahnya. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gowa mempersiapkan berbagai upaya. Salah satunya dengan melatih pelaku usaha wisata buatan untuk bisa menjadi pemandu profesional.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa Andi Tenriwati Tahri mengatakan, pelatihan pemandu dengan menyasar pelaku atau pengelola wisata buatan (tempat rekreasi) untuk memberikan pengetahuan bagaimana pemadu dapat profesional saat memberikan informasi kepada wisatawan atau pengunjung yang datang ke wilayahnya.
“Pemandu wisata sangat penting untuk mengetahui apa-apa yang menjadi poin penting dalam memandu wisatawan. Apalagi, jika pengunjung tersebut berasal dari luar daerah. Tujuannya agar wisatawan bisa mendapatkan pengetahuan di lokasi wisata yang didatanginya,” katanya usai membuka Pelatihan Pemandu Wisata Recreation/Theme Park di Kabupaten Gowa, di Hotel Aryaduta Makassar, Jalan Maipa, Rabu (19/10/2022).
Baca Juga : Wabup Gowa Nilai Sensus Ekonomi yang Akurat Beri Kepastian Bantuan Bagi Pelaku Usaha
Pada pelatihan yang mengambil tema “Pelayanan Pemanduan Wisata Recreation/Theme Park yang Profesionalisme dan Berkualitas pada Masa Covid-19” ini rencananya akan berlangsung mulai 19 hingga 22 Oktober 2022 mendatang. Pada pertemuan tersebut menghadirkan 40 peserta yang terdiri dari pengelola desa wisata buatan.
Ia menilai, pemadu dalam suatu destinasi wisata bukan hanya sebagai pusat informasi bagi wisatawan atau pengunjung. Tetapi mereka harus punya kemampuan lain. Misalnya, dari segi bahasa, penampilan, wawasan terkait lokasi wisata yang dikelola dan beberapa poin lainnya.
“Kami berharap melalui pelatihan ini, apalagi dengan kami mendatangkan pemateri yang paham di bidangnya. Pelaku usaha wisata maupun pengelola wisata bisa mengimplementasikannya dengan baik. Sehingga destinasi wisata mereka menjadi pilihan wisatawan kedepan,” harap mantan Kepala Bagian Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa ini.
Baca Juga : Penguatan Sektor Layanan Kesehatan Hingga Penurunan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Gowa
Tenri mengungkapkan, pelatihan pemandu ini juga merupakan salah satu program dari lima program pelatihan yang digelar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Antara lain, pelatihan untuk peningkatan pengelolaan homestay, pelatihan untuk peningkatan pengelolaan desa wisata, pelatihan digital branding untuk pelaku ekonomi kreatif, pelatihan pemandu desa wisata buatan, dan pelatih tata kelola destinasi.
“Dari kelima program kegiatan ini kami sudah melaksanakan empat kegiatan. Insyaallah kegiatan kelima akan kita laksanakan kembali, yaitu mendorong pengelola destinasi wisata agar dapat menata destinasi mereka agar menarik pengunjung,” sebutnya.
Sementara, salah satu peserta Azizah Aulia mengaku, kegiatan tersebut sangat penting karena ini bisa mengedukasi pelaku usaha wisata, terkhusus pemanduan wisata agar mengetahui cara memandu dan karakteristik memandu wisatawan dengan lebih baik.
Baca Juga : Pemkab Gowa Terima Opini WTP dari BPK RI, Capaian Ke-14 Kalinya
“Disini kita bisa diajarkan untuk memperhatikan komunikasi yang baik saat menyambut pengunjung. Serta hal-hal lainnya yang dianggap penting,” kata Pengelola Permandian Jennetallasa, di Kecamatan Bajeng ini.
Apalagi menurutnya, di lokasi wisatanya saat ini pengunjung yang datang bukan hanya berada dari masyarakat di Kabupaten Gowa. Tetapi juga beberapa dari luar daerah. Seperti, Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Jeneponto, Takalar dan Bone.
“Pengunjung kami yang terjauh itu memang dari Kabupaten Bone, secara rombongan. Makanya sangat perlu memang pemandu itu kita bekali dengan pelatihan seperti ini, supaya mereka bisa menyambut dengan baik pengunjung-pengunjung (yang rombongan) kami dengan baik,” ujarnya.
